Dituduh Sebagai Anggota TPNPB, TNI Tembak Mati Dua Pemuda Papua Yang Sedang Mencari Ikan di Mile Point 34 Kali Kabur

Rony Wandik, Pemuda Papua warga Kwamki Narama Timika. Dia bersama temannya Eden Armando Bebari ditembak mati oleh TNI di Kali Kabur MP 34 Kuala Kencana ketika sedang mencari ikan. TNI menuduh mereka sebagai Anggota TPNPB yang memiliki senjata serbu jenis SS2 dan AK-47.@Facebook.com

TIMIKA, Tribun-Arafura.com — Tentara Nasional Indonesia dari Satgas Pamtas Mobile Gab YR 712 dan YR 900 yang sedang bertugas mengamankan PT Freeport Indonesia menembak mati dua pemuda Papua yang sedang mencari ikan di Kali Kabur, Mile Point 34 Kuala Kencana, Timika, Senin (13/04/20) kemarin.

Dua pemuda itu, Rony Wandik dan Eden Armando Bebari ditembak mati karena diduga sebagai anggota Gerilyawan TPNPB-OPM yang beberapa waktu lalu menyerang karyawan PT Freeport di Kuala Kencana dan menewaskan seorang WN Selandia Baru.

Lihat Foto : TNI Tembak Mati Dua Pemuda Papua Yang Sedang Mencari Ikan di Mile Point 34 Kali Kabur

Padahal, keduanya adalah warga Kwamki Narama Timika yang sedang mencari ikan di Kali Kabur tanpa membawa senapan serbu jenis SS2 dan AK-47 sebagaimana tertulis di laporan versi TNI yang kini sedang viral. Mereka hanya membawa kaca molo dan sumpit untuk menangkap ikan.

Penembakan terhadap dua pemuda ini sontak membuat kaget pihak keluarga di Timika. Mereka tidak menyangka bisa terjadi penembakan membabi-buta terhadap korban. Tragisnya lagi, beredar laporan versi TNI yang menyebutkan kedua korban adalah anggota TPNPB yang tewas dalam kontak tembak dengan TNI.

“Di berita muat tembak OPM, harus bisa bedakan OPM dengan masyarakat biasa, hanya pegang kaca molo dengan sumpit saja sampai kalian tega menembak anak kami yang tidak berdosa,” tulis Iyam Ohei Meangge di akun Facebook-nya.

Iyam mengatakan, “Senjata yang kalian pakai untuk menembak anak kami, senjata itu pula akan balik menembak kalian, terkutuk kalian di Tanah ini.”

Iyam yang merupakan keluarga dari korban Eden Armando Bebari mengatakan pihak keluarga sudah mendapat firasat bahwa mereka akan berduka. “Sudah ada firasat kalau keluarga besar kami akan berduka,” kata Iyam. [TA]
_________________________________

Laporan versi TNI :

Perihal : Kejadian kontak tembak antara Satgas Pamtas Mobile Gab YR 712 dan YR 900 dengan anggota KKSB di MP 34 area PTFI Kuala Kencana

I. Fakta-fakta :

1. Pada hari Senin 13 April 2020 pukul 16.30 WIT, bertempat di MP 34 area PTFI Kuala Kencana Mimika Personel Satgas YR 712 dan YR 900 yang terdiri dari Tim Badak 1, Badak 2 dan Subali 1 melaksanakan Patroli dan Ambush telah terjadi kontak tembak dengan KKSB.

2. Kronologis kejadian sbb :

a. Pada sekitar pukul 16.30 wit di MP 34 area PTFI Kuala Kencana Mimika Personel Satgas YR 712 dan YR 900 yang terdiri dari Tim Badak 1, Badak 2 dan Subali 1 melaksanakan Patroli dan Ambush.

b. Sekitar 15 menit kemudian Tim Subali 1 mendengar suara tembakan sebanyak 2 kali dan suara gaduh disekitar sungai MP 34, kemudian Tim Subali 1 berusaha untuk merapat ke pinggir Sungai guna melaksanakan pengintaian.

c. Tim Subali 1 melihat adanya 4 orang KKSB yang sedang melaksanakan bakar-bakar dengan membawa 2 pucuk senjata laras panjang jenis SS2 dan AK 47, kemudian Dantim Subali 1 koordinasi melalui HT untuk meminta bantuan kepada Tim Badak 1 dan Badak 2 untuk menutup jalan pelolosan dari KKSB tersebut.

d . Selanjutnya Tim Subali 1 melaksanakan buka tembakan terbidik terhadap 4 orang kelompok KKSB mengakibatkan 2 orang dari KKSB MD dan 2 orang berhasil melarikan diri masuk kedalam hutan dengan membawa kabur 2 pucuk laras panjang.

e. Tim Badak 1 dan Subali 1 melaksanakan pengejaran dan pembersihan akan tetapi untuk 2 orang KKSB yang melarikan diri tidak berhasil diketemukan.

II. Catatan :

1. 2 orang dari KKSB a.n. Sdr Reno Suku Serui, umur 20 tahun alamat, Kwamki Lama dan Sdr Roni Suku Damal, umur 23 tahun alamat, Kwamki Lama meninggal dunia akibat kontak tembak dengan Satgas Gab YR 712 dan YR 900.

2. Adapun barang bukti yang dapat di sita antara lain :
– 2 pucuk senapan penembak ikan rakitan.
– 1 gelang bendera lambang KKSB.
– 1 bungkus rokok Gudang garam
– 2 buah kunci motor Yamaha Mio.
– 10 butir pinang
– 1 buah Tas Noken kecil berisi 7 butir munisi Kal. 5,56 mm.

3. Apkam agar tetap melakukan penindakan terhadap KKSB demi terciptanya keamanan dan kenyamanan di Kab. Mimika.

Demikian ump

About Tribun Arafura (328 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: