Suku Wambon Tekamerop Tolak PT Merauke Rayon Jaya, Ini 7 Poin Pernyataan Mereka

Musyawarah Masyarakat Suku Wambon Tekamerop di Subur. Mereka menolak PT MRJ milik Marimutu Sinivasan. @PUSAKA

TANAH MERAH, Tribun-Arafura.com — Marga-marga dari Suku Wambon Tekamerop yang mendiami kampung Subur, Aiwat dan Kaisah di distrik Subur Kabupaten Boven Digoel, Papua, menolak ekspansi perusahaan PT Merauke Rayon Jaya (MRJ) untuk beroperasi di wilayah adatnya.

Perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) milik Marimutu Sinivasan ini diketahui mengincar hutan adat seluas 206.800 hektar yang berlokasi di daerah Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel dan Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Dilaporkan Yayasan PUSAKA, marga besar Ekoki dan anggotanya yang berasal dari turunan moyang Egunggiop Ekoki, pemilik tanah dan hutan adat di Kampung Subur dan Kaisah, Distrik Subur, telah bertemu membahas rencana PT MRJ dan mempertanyakan keberadaan pejabat Kepala Distrik Subur.

Pertemuan ini berlangsung pada 04 – 05 Februari 2020 dan dihadiri juga marga-marga, seperti Marga Kawap, Omba, Wonopka, Ketaerop, Tomba, Kemi, Butiop, Ketaerop, Komburop, Aute, Gwety, Andap, Kiombiran, Utaan, Mikan, dan lain-lain.

Dalam pertemuan tersebut mereka kembali menegaskan dan memutuskan tidak melepaskan hutan dan tanah adat kepada perusahaan PT MRJ. Sikap ini disampaikan dalam Surat Pemberitahuan yang ditujukan kepada Pimpinan Perusahaan PT. Merauke Rayon Jaya, ditandatangani Ketua Marga Ekoki, Rafael Ekoki; Ketua Sub Marga Ekoki, Elias Kawap; perwakilan marga tetangga, Paulus Kemi; dan perwakilan perempuan, Natalia Ekoki.

Hasil musyawarah tersebut menyepakati 7 poin, Pertama, Marga Ekoki tidak memperjualbelikan tanah adat kepada siapapun, termasuk kepada pihak perusahaan PT. MRJ yang rencana ingin masuk ke tanah adat.

Kedua, Perempuan atau mama-mama dari Marga Ekoki menilai hutan dan tanah adat adalah bagian dari hidup, sehingga menolak dengan tegas perusahaan PT. MRJ, tidak boleh masuk merusak hutan dan tanah adat kami.

Ketiga, Meminta dengan hormat Bapak Charles Gedi selaku Kepala Distrik Subur untuk menghentikan negosiasi dan mediasi dengan pihak perusahaan PT MRJ.

Keempat, Bila ada pihak PT MRJ yang memaksa masuk di tanah adat kami, maka pihak perusahaan akan memberikan denda adat yang berlaku di Suku Wambon Tekamerop, termasuk pihak-pihak yang mengatasnamakan Marga Ekoki untuk melakukan penandatanganan perjanjian kepada pihak PT MRJ.

Kelima, Marga Ekoki meminta keterlibatan seluruh masyarakat adat atau pihak lain untuk membantu melakukan penolakan dan pencabutan izin-izin perusahaan di pihak pemerintah. Keenam, Keputusan yang dibuat Marga Ekoki merupakan hasil keputusan Marga Ekoki beserta sub marga dan tetangga marga tanpa ada hasutan atau paksaan dari pihak lain.

Ketujuh, Marga Ekoki menyampaikan bahwa tanah adat bukan milik negara berdasarkan Putusan MK N0 35/PUU-X/2012. [TA]

About Tribun Arafura (299 Articles)
Media Online

1 Comment on Suku Wambon Tekamerop Tolak PT Merauke Rayon Jaya, Ini 7 Poin Pernyataan Mereka

  1. Reblogged this on .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: