Ciwe Apresiasi Kejati Papua Soal Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Dana Hearing DPRD Merauke

Fransiskus Ciwe saat orasi demo Gurita Raskin beberapa waktu lalu. @Tribun-Arafura.com

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Ketua Solidaritas Intektual-Masyarakat Marind Peduli Demokrasi dan Anti Korupsi Fransiskus Ciwe mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua yang dengan sigap menindaklanjuti laporan masyarakat tentang dugaan korupsi dana hearing DPRD Merauke senilai Rp 37,08 Milyar. Dia menyatakan apresiasinya kepada Kejati Papua bertepatan dengan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2019 ini.

Pria yang akrab di sapa Ciwe yang juga Ketua DPP Pemuda Marind ini berharap masyarakat Merauke tetap proaktif dan terus mengawal proses penegakan hukum ini sampai tuntas.

Ciwe menilai ada upaya terselubung untuk mengalihkan opini publik di Merauke dengan cara membesar-besarkan informasi pengangkatan Heribertus Silubun yang non Papua menjadi anak adat Marind oleh marga Kaize dengan nama Kaize Tafakanem dan pernyataan LMA Imbuti yang tidak mempermasalahkan calon bupati Non OAP.

Oleh karena derasnya upaya pengalihan opini publik yang diduga dimainkan oknum-oknum anggota DPRD Merauke terduga penikmat dana hearing yang dikorupsi, Ciwe dengan tegas meminta masyarakat untuk tidak gagal fokus.

“Jangan gagal fokus dengan pengalihan isu dengan berita sensasional yang lagi viral saat ini di Medsos bahwa Heribertus Silubun Sah Jadi Anak Marind dan Diberi Marga Kaize Takafanem serta LMA IMBUTI TAK PERMASALAHKAN CALON BUPATI NON OAP membuat publik teralihkan perhatiannya dari persoalan korupsi,” tegas Ciwe kepada Tribun-Arafura.com, Senin (09/12).

Kepada Tribun-Arafura.com, Ciwe menghimbau seluruh elemen masyarakat Merauke terutama para pemimpin dan politikus di Merauke agar menjadikan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia untuk tidak melakukan perilaku korupsi yang dapat merusak bangsa.

Ciwe juga menyampaikan bahwa banyak dugaan korupsi di Merauke yang sudah terang benderang dan perlu untuk segera ditangani oleh aparat penegak hukum.

Adapun beberapa kasus tersebut yakni Gurita Raskin (Cadangan Pemda), Korupsi Dana Pembangunan Stadion Katalpal, Pencurian Tiang Pancang Stadion Katalpal, Koruspi Pembangunan Kantor Bupati Meraule, Kurang Bayar Dana Kampung (ADK) dan Korupsi Dana Pembangunan Pabrik Tapioka di Jagebob.

Sekedar diketahui, saat ini Kejati Papua telah mengambilalih kasus dugaan korupsi dana hearing DPRD Merauke dari Kejaksaan Negeri Merauke dengan memanggil 30 orang mantan Anggota DPRD dan Sekretariat Dewan untuk dimintai keterangan.

Terkait kasus ini Tribun-Arafura.com belum berhasil melakukan konfirmasi ke Kajati Papua Nikolaus Kondomo, SH. [TA]

About Tribun Arafura (309 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: