Kerusuhan Berdarah di Fayit, Ini Penjelasan Caleg PDI-P Jhon Tatai

Kantor Distrik Fayit di Basim.@Facebook.com

AGATS, Tribun-Arafura.com — Jhon Tatai, caleg PDI-P Dapil Asmat 3 nomor urut 6 yang pendukungnya ditembak tentara setelah membongkar rumah Haji Mulla di Fayit membeberkan penyebab kejadian berdarah itu ketika dihubungi Tribun-Arafura.com, Rabu (29/05/19) pagi tadi. Tribun-Arafura.com juga mengonfirmasi nama Jhon Tatai, ternyata Jhon Tatai yang mengalami luka tembak adalah keponakan Jhon Tatai yang caleg PDI-P.

Baca juga : Tentara Tembak Masyarakat Asmat Karena Protes Pengalihan Suara Pileg ke Caleg Non Papua

Dia menjelaskan, duduk persoalannya berawal dari suara yang dia peroleh sebesar 1.265 pada Pileg 17 April lalu kemudian suara ini hilang di dalam partainya sendiri. Pendukungnya salah paham kemudian membongkar rumah Ibu Handayani (Haji Mulla) yang terletak di pelabuhan Basim, Ibukota distrik Fayit.

“Saya kemarin maju (caleg) di PDI-P Dapil Asmat 3 nomor urut 6, hasil perolehan suara saya itu sudah mencapai (kuota) untuk saya bisa duduk (di DPRD) tapi saya gugur, sementara teman-teman saya yang memperoleh suara dibawah 900 bisa memperoleh kursi, padahal mereka punya suara itu dari partai lain, mereka ini beli suara dari caleg Partai Garuda,” jelas Jhon Tatai.

Menurut Jhon Tatai saat rekapitulasi di tingkat distrik, dia memperoleh suara terbanyak dari semua caleg PDI-P di Dapil 3. Tapi dia tidak memperoleh kursi karena caleg lain yang suaranya dibawah 900 bisa secara tiba-tiba melebihi suaranya. Penyebabnya, menurut Jhon Tatai, karena teman-temannya membeli suara tambahan yang dijual oleh oknum caleg Partai Garuda.

“Sesuai hasil rekapitulasi di tingkat distrik saya yang menang dari semua caleg PDI-P wilayah 3. Tapi teman-teman ambil suara dari caleg Partai Garuda. Caleg ini kalah karena suara sedikit. Akhirnya suara 800 itu dia bagi ke teman-teman PDI-P, dorang buat kontrak politik, langsung dorang bayar, makanya jumlah suara mereka bisa melebihi suara saya, saya tidak tahu ada sentimen apa di dalam Partai sehingga saya bisa dikorbankan,” jelas Jhon Tatai.

Ketika ditanya apakah suaranya dialihkan ke caleg PAN Handayani, Jhon Tatai mengatakan, “Tidak, suara saya tidak dialihkan ke Ibu Handayani dari PAN, saya punya suara itu hilang di dalam lingkaran partai saya sendiri PDI-P.”

Lanjutnya, “Itu yang masyarakat tidak terima dan mereka tujuannya demo di ibukota kabupaten mempertanyakan hal ini tapi ternyata begini karena salah paham dan emosi, dorang singgah di distrik Fayit bongkar Zulhaji Mulla punya rumah, begini tentara tidak terima baik dan tembak kita punya masyarakat lima orang, empat orang mati tempat dan satu orang opname, yang opname itu namanya Jhon Tatai juga, dia keponakan saya dari kampung Akantapak.”

John Tatai juga menjelaskan, massa pendukungnya tidak merusak atau membongkar kantor distrik Fayit sebagaimana diberitakan banyak media. “Tidak benar, tidak benar, kantor distrik tidak dibongkar, yang benar itu masyarakat kasih rusak kaca-kaca Koramil Fayit setelah tentara tembak masyarakat,” jelasnya.

Dia juga membantah pemberitaan banyak media yang menyebutkan dirinya sebagai caleg gagal memimpin penyerangan ke kantor distrik Fayit. “Tidak, saya di sini, saya di Agats,” kata Jhon Tatai.

Sebelumnya, ayah mertua Handayani, Bapa Mulla juga menjelaskan bahwa massa tidak membongkar kantor distrik Fayit. “Tidak, tidak, tidak, kantor distrik (Fayit) tidak (diserang), hanya di rumah, habis itu rumah, su tidak ada itu rumah, rata dengan tanah” jelas Bapa Mulla yang saat dihubungi kemarin sedang berlindung di Polsek Fayit.

Baca juga : Bapa Mulla : Masyarakat Tidak Serang Kantor Distrik Fayit.

Menurut Jhon Tatai, situasi saat ini di Fayit sudah kondusif. Jenazah 4 warga yang dibunuh tentara sudah dimakamkan di kampung masing-masing sementara korban luka tembak, Jhon Tatai, tangan kirinya sudah diamputasi dan akan dirujuk ke Jayapura.

Saat ini Partai PDI-P Kabupaten Asmat dipimpin oleh Bupati Elisa Kambu. Caleg Dapil 3 PDI-P seluruhnya berjumlah 6 orang yakni Simson Bivak, Fitalis Akun, Triyani Neme Amoye, Amriadi Suaib, Esterlina Kawem, Jhon Tatai dan Apolonia Oxilia Mechtildes Weki. Tiga diantaranya yang dinyatakan memperoleh kursi adalah Triyani Neme Amoye, Amriadi Suaib dan Apolonia Oxilia Mechtildes Weki.

Akibat maraknya permainan kotor dalam penetapan perolehan suara, KPU Kabupaten Asmat dikabarkan akan melakukan pleno penetapan caleg di Timika, Kabupaten Mimika yang, menurut sumber terpercaya, atas permintaan Bupati Asmat Elisa Kambu.[TA]

About Tribun Arafura (287 Articles)
Media Online

1 Comment on Kerusuhan Berdarah di Fayit, Ini Penjelasan Caleg PDI-P Jhon Tatai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: