Tidak Ada Satupun Caleg OAP Partai Nasdem Lolos ke DPRD Merauke, Bupati Merauke Dinilai Gagal Jadi Ketua 

Bupati Merauke Frederikus Gebze yang juga Ketua Partai Nasdem Kabupaten Merauke dinilai gagal karena tidak ada satupun Caleg OAP/Marind di Partai Nasdem yang lolos sebagai Anggota DPRD Merauke pada Pileg 17 April 2019.@Ist

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Bupati Merauke Frederikus Gebze yang juga Ketua Partai Nasdem Kabupaten Merauke dinilai gagal memperjuangkan, membela dan mengakomodir kepentingan Orang Asli Papua atau OAP terutama suku Marind pada momen politik Pemilu 2019.

Hal ini terbukti dari tidak ada satu pun Caleg Orang Marind atau OAP yang lolos ke DPRD Kabupaten Merauke dari Partai Nasdem yang dipimpinnya.

“Beliau (Bupati) gagal pimpin Partai Nasdem di Merauke karena tidak ada Caleg OAP Marind yang lolos jadi DPRD dari Partai Nasdem ini,” kata Hengky, Tokoh masyarakat setempat, Kamis (16/05/2019) kemarin.

Hengky menilai kegagalan ini berawal dari sikap Bupati yang terkesan malas tahu ketika tahun 2017 lalu Tokoh Intelektual setempat, Fransiskus Ciwe, mengusulkan pembentukan Dapil Khusus OAP Merauke sebagai implementasi dari UU Nomor 7 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 16 Tahun 2017.

Baca juga : Dapil Khusus OAP Merauke

“Waktu ide Dapil Khusus ini mulai bergulir,” kata Hengky, “Bupati tidak berperan untuk terlibat memperjuangkannya, padahal beliau punya kapasitas yang sangat besar sebagai pembina politik daerah, ketua partai Nasdem, bupati kabupaten induk dari 3 kabupaten pemekaran dan lebih dari itu sebagai anak suku Marind yang seharusnya punya hati untuk membela komunitasnya”.

Hengky mengatakan, kegagalan OAP Marind menduduki kursi DPRD Kabupaten Merauke mestinya dilihat dari soal Dapil Khusus OAP yang gagal diperjuangkan karena bupati bersikap malas tahu.

“Bukan sudah selesai Pemilu dan pleno KPU kemudian hasut orang Marind gunakan atribut adat, bawa Tim ke Jayapura dan Jakarta minta jatah 20 kursi penunjukkan untuk Caleg gagal,” kata Hengky.

Baca juga : LMA Malind Anim-Ha Desak KPU Kabupaten Merauke Akomodir 21 Caleg Gagal Sebagai Anggota Anggota DPRD Terpilih

Hengky menilai, apa yang dilakukan Bupati hanyalah upaya pencitraan, tebar pesona atau pica bunga menjelang Pilkada Merauke 2020 nanti. “Ini hanya pencitraan, tebar pesona atau kita di Merauke bilang picah bunga, hambur madu, untuk kepentingan Pilkada 2020,” kritik Hengky.

Selain pencitraan, Hengky menjelaskan, ada persoalan hukum yaitu ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda 36 juta yang menanti Bupati akibat serangan beliau terhadap seorang Caleg Partai Gerindra yang kini sudah ditangani Bawaslu Merauke.

Baca juga : Beredar Video Bupati Merauke Himbau Warga Tidak Boleh Pilih Caleg Partai Gerindra

“Bawaslu sudah tangani kasus serangan Bupati ke Caleg Partai Gerindra atas nama Steven Abraham, makanya beliau pura-pura bikin sibuk diri pakai isu urus Orang Marind sampai kasusnya kadaluarsa per tanggal 22 Mei 2019 nanti,” pungkas Hengky.[TA]

Iklan
About Tribun Arafura (235 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: