Ciwe : Ada Putra Marind dan OAP Terpilih di Pileg 2019

Ketua Pemuda Marind Fransiskus Ciwe yang juga penggagas Dapil Khusus OAP dan Tokoh Nasional asal Papua Selatan John Gluba Gebze saat Dialog Interaktif di RRI Merauke dengan Tema "Dapil Khusus Papua : Memperkokoh Integrasi Sosial Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif di Kabupaten Merauke Tahun 2019".@Tribun-Arafura.com

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Salah satu butir Pernyataan LMA Malind Anim-Ha Merauke yang menyebutkan “Bahwa 100 persen hasil Pemilu Legislatif Kabupaten Merauke tanggal 17 April 2019 di semua Dapil se-Kabupaten Merauke tidak ada putra-putri asli suku Malind Anim-Ha Merauke yang terpilih” dibantah Ketua DPP Pemuda Marind Fransiskus Ciwe, SE.

“Tidak benar kalau dikatakan 100 persen anak Marind tidak dapat suara. Ini pernyataan ngawur dan tidak berdasarkan data-data hasil perolehan suara Pileg yang ada,” kata Ciwe kepada Tribun-Arafura.com Rabu (01/05) kemarin.

Ciwe mengatakan, dari data hasil perolehan suara yang ada, ternyata ada anak asli Marind dan Papua yang memenuhi kuota dan bisa memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Merauke.

“Ada Bernardus Ndiken dari Partai PKB Dapil 3, kemudian Moses Kaibu atau Simon Balagaize dari Partai Gerindra Dapil 4, ada Cosmas Jeem dan Fransiskus X Sirfefa masing-masing dari Partai PDIP dan Gerindra di Dapil 2,” jelas Ciwe.

Menurut Ciwe hasil ini sudah mengakomodir keterwakilan suku Marind di bagian daratan, pesisir pantai atau pulau Kimaam dan komunitas OAP lain yang hidup dan sama-sama membangun Merauke.

Pria yang dikenal sebagai penggagas Dapil Khusus OAP Merauke ini bahkan mempertanyakan, kepentingan siapa di balik desakan LMA Malind Anim-Ha ke KPU Kabupaten Merauke agar mengakomodir 21 Caleg gagal.

“Karena kalau kepentingan Orang Asli Marind maka jelas ada yang terpilih dan tidak benar kalau dikatakan seratus persen tidak terpilih,” tandas Ciwe.

Lebih lanjut Ciwe menandaskan pihaknya sejak tahun 2018 lalu sudah menggagas Dapil Khusus OAP Merauke untuk mengakomodir keterwakilan putra-putri Marind di DPRD Kabupaten Merauke melalui Pileg 2019, tetapi ide ini tidak didukung karena tidak ada niat dari Partai-Partai Politik di Merauke, bahkan oleh Partai-partai Politik yang dipimpin oleh anak-anak Marind/Papua sendiri seperti Partai Nasdem (Frederikus Gebze – Bupati), Partai PAN (Hengky Ndiken), Partai Perindo (Leonardus Mahuze), Partai Golkar (Herman Anitu Basik-Basik), Partai PKPI (Simson Mambrasar) dan Partai PSI (Jerry Omona).

“Yang jadi problem adalah partai-partai tidak memiliki niat baik untuk melaksanakan permintaan Dapil Khusus ini. Bahkan partai-partai yang dipimpin oleh anak-anak Marind menolak mentah-mentah gagasan saya, bahkan dibilang Dapil Khusus adalah kepentingan Fransiskus Ciwe dan kelompoknya,” jelas Ciwe.

Ciwe menambahkan, wacana Dapil Khusus OAP di Merauke bahkan dikritik oleh dua intelektual Marind yaitu Hengky Ndiken dan Harry Ndiken yang ternyata saat ini nama Hengky Ndiken masuk dalam daftar 21 Caleg gagal dan nasibnya sedang diperjuangkan oleh LMA Malind Anim-Ha. (Baca : LMA Malind Anim-Ha Desak KPU Kabupaten Merauke Akomodir 21 Caleg Gagal Sebagai Anggota DPRD Terpilih). [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (261 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: