Keberpihakan LMA Marind Dipertanyakan Terkait Wacana Pembentukan Dapil Khusus OAP

Ketua Pemuda Marind Fransiskus Ciwe yang juga penggagas Dapil Khusus OAP dan Tokoh Nasional asal Papua Selatan John Gluba Gebze saat Dialog Interaktif di RRI Merauke dengan Tema "Dapil Khusus Papua : Memperkokoh Integrasi Sosial Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif di Kabupaten Merauke Tahun 2019".@Tribun-Arafura.com

MERAUKE, Tribun-Arafura.com/Radar Merauke — Ketua Pemuda Marind Anim Merauke, Fransiskus Ciwe mempertanyakan komitmen keberpihakan Pengurus Lembaga Masyarakat Marind, terhadap pembentukan Daerah Pemilihan (Dapil) khusus Orang Asli Papua pada emilihan anggota legislatif 2019 mendatang.

“Kami minta tanggapan dari LMA Marind sebagai representasi Masyarakat Adat Marind, soal wacana atau permintaan Dapil Khusus yang sementara ini sedang didorong oleh Pemuda Marind,” kata Fransiskus Ciwe kepada Tribun Arafura, Jumat (10/08/2018) kemarin.

Menurut mantan Ketua Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Jayapura 1999/2001 ini bahwa wacana pembentukan Dapil Khusus untuk mengakomodir kepentingan politik masyarakat lokal di Merauke ini telah dilakukan sejak November 2017 lalu.

Akan tetapi, hingga saat ini LMA Marind yang telah didaulat sebagai perwakilan Masyarakat Sdat Marind belum sekalipun menunjukkan sikapnya sebagai lembaga adat yang menaungi dan melindungi warga masyarakat Marind dari Kondo sampai Digul terutama hak politiknya.

“Sampai detik ini belum ada tanggapan ataupun pernyataan resmi dari LMA itu. Apakah mendukung,menolak atau tidak setuju tentang wacana ini,” ujar Mantan Sekjen DPC PMKRI Cabang Jayapura ini.

Dia mengatakan, lembaga itu dibuat untuk melindungi hak-hak orang asli Papua terutama orang Marind. Tapi sangat disesalkan hingga saat ini belum menunjukkan kapasitasnya sebagai LMA. Pihaknya menilai sejauh ini LMA lebih sibuk dengan dirinya sendiri ketimbang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang diabaikan negara.

Kata dia, permintaan Dapil Khusus ini bukan sebatas ingin ada kekhususan untuk Orang Asli Papua tetapi merupakan kebutuhan politik Orang Asli Papua dan terutama orang Asli Marind yang jumlahnya terus menurun di DPRD Merauke. Akan tetapi ini menyangkut keterlibatan orang asli Papua dan generasi penerus Papua dalam kegiatan politik di daerah ini.

Karena sejauh ini, banyak OAP yang menjadi korban akibat tidak diakomodir oleh Partai Politik saat pendaftaran calon anggota legislatif. Langkah tersebut merupakan perlakuan yang tidak adil terhadap anak-anak asli Papua di Merauke.

“Di kampungnya saja sudah tidak dihargai bagaimana mereka mau jadi Caleg di tempat lain. Mereka sudah kalah duluan dengan kebijakan yang ada,” ucapnya.

Dia menambahkan, itulah yang menjadi tugas pokok Pengurus LMA Marind melindungi anak-anak Marind bukan melakukan yang lain. Anak-anak asli Papua di Merauke akan memiliki peluang dalam berpolitik jika diberikan ruang khusus yaitu melalui Dapil Khusus (ruang afirmasi) .

Untuk itu, sekali lagi dirinya meminta LMA Marind agar segera memberikan tanggapan berupa pernyataan tegas kepada pemerintah daerah serta kepada partai politik yang ada di Merauke.

“Karena tidak ada cara lain untuk anak-anak ini masuk kesana, hanya melalui Dapil Khusus saja mereka bisa masuk,” pungkasnya.■

Iklan
About Tribun Arafura (284 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: