Kisah Simson di Penambangan Liar Korowai

Simson, pemuda suku Korowai yang juga penginjil.@Pdt Trevor Jhonson.

Oleh : Pdt Trevor Jhonson

Ini adalah Simson. Dia adalah salah satu orang percaya dari Korowai, tapi dia masih belum dewasa rohani. Walaupun begitu, ia telah menginjili seluruh keluarganya.

Karena Simson baru saja menikahi seorang wanita dengan mas kawin yang sangat mahal, dia pergi ke hulu sungai untuk bekerja di lokasi penambangan emas liar untuk mendapat uang.

Dia berbadan tegap dan sehat juga kuat ketika dia pertama pergi, tapi ketika ia pulang ia hanya seperti kulit membalut tulang. Dia bercerita bahwa ia menghabiskan 7 juta rupiah hanya untuk bertahan hidup.

Alasannya? Dia bilang disana harga makanan tidak masuk akan sekali tingginya, dan tidak ada pilihan lain selain beli makanan dari toko-toko yang dikendalikan juragan emas.

Satu karung beras seharga 4 juta, 2 mie instan seharga 100.000 rupiah. Garam seharga 100.000, minyak goreng botol kecil seharga 200.000 rupiah.

Simson berkata, “saya hampir mati, jadi saya turun disini.”

Dia bercerita ada 9 helipad dan helikopter yang setiap hari membawa persediaan. Dan ada banyak tentara Kopassus dengan banyak senjata. “Ada tentara… Kopassus… BANYAK! Mereka lengkap… bawa senjata”

Lokasi penambangan emas ini bukan hanya di satu lokasi tapi ada di beberapa lokasi di sekitar yang saling bersebelahan. lokasi Simson dinamakan “Menem 7”

Kami benar-benar melihat perilaku penambang emas liar ini. Sama sekali tidak bisa dikatakan bahwa mereka membantu masyarakat lokal.

Mereka seperti parasit yang menyedot darah dari induk semang sampai induk semangnya sakit dan mati.

Mereka serakah dan mereka tega melakukan bukan hanya membodohi orang-orang Korowai dari kekayaan alam mereka, tapi juga mencurangi mereka untuk kebutuhan-kebutuhan dasar sehari-hari juga.

Tolong sebarkan! Perlu ada advokasi.

Tanah Merah, 29 Juli 2018

Iklan
About Tribun Arafura (156 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: