Timsel Calon Anggota KPU Kabupaten Merauke dan Kabupaten Asmat Dinilai Bekerja Tidak Transparan

Ketua DPD Pemuda Marind Fransiskus Ciwe dan Sekretaris Timsel Pdt Zadrak Elwuar.@Tribun-Arafura.com

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Tim Seleksi Calon Anggota KPU Papua III yang meliputi Kabupaten Merauke dan Kabupaten Asmat dinilai bekerja tidak transparan karena diduga ada intervensi berlebihan dari pihak ‘sponsor’ yang berusaha menitip orangnya untuk diloloskan dalam berbagai tahapan seleksi.

Hal ini terlihat dari pengumuman hasil tes tertulis berbasis komputer atau CAT (Computer Assisted Test) para peserta yang tidak diumumkan secara lengkap dengan skor nilai yang diperoleh setiap calon di media massa cetak dan elektronik.

Padahal dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota jelas diatur tentang pengumuman hasil tes yang harus diumumkan secara transparan di berbagai media massa.

Ketua DPP Pemuda Marind Fransiskus Ciwe, SE kepada Tribun-Arafura.com mengatakan, dengan pengumuman tanpa skor nilai ini tentu akan menimbulkan kecurigaan di masyarakat, karena ada semacam pesanan atau titipan. Ciwe berharap, hasil tes CAT bisa diumumkan lengkap dengan skor nilai di koran-koran lokal.

“Saya berharap hasil seleksi bisa diumumkan lengkap dengan skornya di media massa seperti koran, karena hasil tes CAT sangat obyektif dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun,” harap Ciwe.

Senada dengan Fransiskus Ciwe, Aktivis Papua Everistus Kayep mengatakan, hasil tes CAT sebaiknya diumumkan beserta skor nilai. Kayep menilai, ada semacam intervensi pihak tertentu agar Timsel tidak mengumumkan skor nilai.

“Karena setelah lihat hasil tes CAT, mereka yang dititip pihak sponsor ini skor nilainya rendah dan publik akan pertanyakan, misalnya yang bersangkutan diluluskan di berbagai tahapan seleksi dan tiba-tiba jadi Ketua KPU setempat,” jelas Kayep.

Kayep menambahkan, pihaknya meyakini, satu-satunya cara untuk mengelabui publik demi menyelamatkan oknum titipan adalah tidak mengumumkan nama dan nilai skor tes CAT di media massa cetak, sementara hasil tes lain seperti psikologi, kesehatan dan wawancara sangat subyektif karena tidak berbasis komputer sehingga rawan rekayasa.

“Tes selain CAT tidak berbasis komputer sehingga mudah disusupi berbagai kepentingan pihak sponsor untuk merekayasa kelulusan,” tandas Kayep.

Terkait kinerja Timsel yang dinilai tidak transparan, Tribun-Arafura.com belum mengonfirmasi Ketua Timsel Pamfilia F Montayop.

Dari daftar hasil tes CAT Calon Anggota KPU Merauke yang diperoleh media ini diketahui bahwa Samuel R Kamarka memperoleh skor tertinggi. Sementara untuk Calon Anggota KPU Kabupaten Asmat belum diperoleh informasi.

CAT adalah sebuah metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi calon Anggota KPU.

Standar kompetensi dasar ini diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme Anggota KPU.

Sesuai PKPU Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 21 Ayat (3), materi tes tertulis atau CAT meliputi : Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Kepemiluan, Ketatanegaraan, Kepartaian dan Lembaga Penyelenggara Pemilu. [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Timsel Calon Anggota KPU Kabupaten Merauke dan Kabupaten Asmat Diminta Tidak Loloskan Peserta Pengidap Depresi – Tribun Arafura
  2. Ini Daftar Skor Nilai CAT Calon Anggota KPU Merauke – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: