Diduga Titipan Oknum Pejabat, Ketua Panwaslu Kabupaten Boven Digoel Rangkap Jabatan Tanpa Hambatan

Rangkap Jabatan yang dilakoni Duater Mastur Purba membuktikan dia tidak berintegritas, tidak beretika dan tidak bermoral sehingga tidak layak berada di posisi Pengawas Pemilu.@Tribun-Arafura.com.

TANAH MERAH, Tribun-Arafura.com — Ketua Panwaslu Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Duater Mastur Purba yang merangkap jabatan sebagai Pengawas Subbid Pemeliharaan dan Penghapusan Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Boven Digoel diduga merupakan titipan oknum pejabat tertentu di Kabupaten Boven Digoel.

Dugaan ini diperkuat dengan fakta bahwa Duater Mastur Purba tetap memegang jabatan di BPKAD Kabupaten Boven Digoel sambil merangkap sebagai Anggota dan  Ketua Panwaslu sejak 1 Oktober 2017 sampai dengan dia dikabarkan baru mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatan pada 28 Juli 2018 atau satu hari setelah pelaksanaan Pilgub Papua 2018.

“Artinya dia merangkap jabatan selama rangkaian proses Pemilihan Gubernur Papua tahun 2018 dan ini jelas merupakan kejahatan melanggar aturan yang tidak bisa berhasil jika tidak ada bekingan pejabat tertentu,” ujar Everistus Kayep, Sekretaris Forum Rakyat Papua Boven Digoel (FORPA-BD).

Kayep menjelaskan, setelah memegang jabatan rangkap tanpa tersentuh hukum, Duater Mastur Purba menjadi percaya diri dan mengikuti tahapan seleksi Anggota Bawaslu Kabupaten Boven Digoel untuk Pemilu 2019. (Baca : Ini Nama 19 Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Boven Digoel yang Lulus Seleksi Administrasi, Ada Nama Duater Purba).

“Dengan percaya diri dia mengikuti tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran pada 2 Juli sampai 8 Juli 2018 kemudian lulus seleksi administrasi dan saat ini sedang mengikuti tahapan seleksi lanjut di Jayapura,” tandas Kayep.

Duater diduga memalsukan SK Pemberhentian sebagai pejabat di BPKAD atau hanya mendapat izin dari atasannya yang dengan mudah dilanggar.

“Pada seleksi sebelumnya dia sempat menipu Timsel saat tes wawancara, bahwa dia akan mengundurkan diri ketika terpilih sebagai Anggota Panwaslu, ternyata dia tetap mencari peruntungan dengan merangkap jabatan,” beber Kayep.

Tetapi, Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel Yuliana Kolyaan menyebutkan, berkas administrasi Duater Mastur Purba untuk seleksi yang tengah berlangsung lengkap.

“Untuk seleksi kali ini semua surat yg menjadi syarat harus disertakan dan yang bersangkutan semua berkasnya lengkap,” jelas Ketua Timsel via jejaring Whatsapp.

Senada dengan Ketua Timsel Yuliana Kolyaan, Duater Mastur Purba ketika dicecar pihak Bawaslu Provinsi Papua beberapa hari lalu di Jayapura mengatakan masalahnya sudah diselesaikan di tingkat Timsel.

Sumber Tribun-Arafura.com di Tanah Merah mengatakan, Duater Mastur Purba cukup lihai dan licik memanfaatkan posisi sebagai Ketua Panwaslu untuk melakukan permainan yang berindikasi korupsi.

“Dia secara sewenang-wenang menunjuk oknum sesama sukunya bernama Richard Sidabutar menjadi bendahara Panwaslu Kabupaten Boven Digoel supaya bisa seenaknya mengatur keuangan Panwas,” beber sumber yang minta identitasnya tidak ditulis.

Dari penelusuran media ini, diketahui bahwa Duater dilantik sebagai Pengawas Subbid Pemeliharaan dan Penghapusan Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) oleh Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop di Tanah Merah pada 12 April 2017 berdasarkan Keputusan Bupati Boven Digoel Nomor : SK.821.4/433/BUP/2017 tanggal 11 April 2017.

Setelah menduduki jabatan tersebut dengan tunjangan struktural per bulan sebesar Rp. 540.000, dia mengikuti seleksi Panwaslu Kabupaten Boven Digoel bulan Agustus-September 2017.

Dia dan komisioner lainnya yang lulus seleksi dilantik pada 1 Oktober 2017 dan terpilih sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Boven Digoel untuk Pilgub Papua 2018.

Saat mengikuti seleksi sampai lulus dan dilantik bersama rekan-rekannya kemudian terpilih menjadi Ketua Panwaslu Kabupaten Boven Digoel, Duater tetap memiliki dan menduduki jabatan di Pemerintahan Kabupaten Boven Digoel. (Baca : Ketua Panwas Pemilu Kabupaten Boven Digoel Duater Mastur Purba Ternyata Sedang Menduduki Jabatan di Pemerintahan).

Rangkap Jabatan yang dilakoni Duater Mastur Purba bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, Perbawaslu RI Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 19 Tahun 2017 secara khusus Pasal 28 Ayat (3) angka 5 dan 7 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

“Dan ini menjadi bukti otentik, bahwa saudara Duater Mastur Purba tidak berintegritas, tidak beretika dan tidak bermoral baik sehingga dia harus digugurkan pada tahapan seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Boven Digoel saat ini,” pungkas Kayep. [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: