Dua Anggota TPN-PB Gugur Akibat Bom TNI-Polri di Kampung Alguru

Dua Prajurit TPNPB-OPM gugur akibat terkena serangan bom militer Indonesia di Kampung Alguru. Jenazah mereka sulit dikenali saat ditemukan.@Facebook.com

WAMENA, Tribun-Arafura.com — Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakui dua prajuritnya gugur akibat terkena serangan bom dalam operasi militer gabungan TNI-Polri di Kampung Alguru, Kabupaten Nduga, Papua pada Rabu (11/07) lalu.

Dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (17/07) kemarin, Komandan Operasi TPNPB OPM Kodap III Ndugama Erianus Kogoya menjelaskan, pihak TPN-PB kehilangan dua prajurit terbaik yaitu Prekianus Operasi Kogoya dan Yenkias Ubruangge.

“Dalam hal ini saya Egianus Kogoya sebagai Komadan Operasi Lapangan TPNPB OPM Kodap III Ndugama menyampaikan kepada semua pejuang dan pimpinan Militer TPNPB OPM, kepada Rakyat Bangsa Papua, kepada semua Organisasi perjuangan, kepada yang mendukung Papua Merdeka di seluruh dunia bahwa kami telah mengalami kehilangan dua prajurit terbaik kami, akibat bom serangan udara oleh aparat keamanan Indonesia,” jelas Egianus dalam rilis resminya.

Egianus lebih lanjut menjelaskan, kedua prajurit TPNPB-OPM yang gugur adalah prajurit pemberani. Prekianus Operasi Kogoya berpangkat Letnan Kolonel dan menjabat sebagai Komandan Peleton, dan Yenkias Ubruangge, berpangkat Letnan Kolonel dan menjabat sebagai Komandan Seksi.

“Kami Markas Komando Daerah Pertahanan KODAP III Ndugama, Menyampaikan bahwa dengan kejadian ini kami tidak akan mundur, namun akan tetap setia dan berjuang terus sampai Papua Merdeka penuh dari tangan penjajah Indonesia,” kata Egianus.

Sebagai bentuk penghargaan kepada dua prajurit yang gugur dalam pertempuran, pihak TPNPB-OPM Kodap III Ndugama telah mengumumkan Duka Nasional dengan pesan “Dua prajurit telah gugur, namun 1000 prajurit masih siap menghadapi beribu-ribu personil pasukan TNI-POLRI”.

Kampung Alguru yang menurut laporan Intelijen Indonesia menjadi Markas TPNPB-OPM, diserang oleh pasukan gabungan TNI-POLRI melalui udara menggunakan helikopter dan serangan darat pada Rabu (11/07) lalu.

Saksi mata menjelaskan setidaknya ada lima dentuman bom secara berturut-turut yang dijatuhkan dari helikopter berwarna loreng milik TNI.

Juru Bicara Militer TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, akibat dari serangan TNI-Polri, kebun dan rumah penduduk kampung Alguru jadi rata dengan tanah dan seluruh penduduk kampung Alguru yang berjumlah 50 Kepala Keluarga mengungsi ke hutan tanpa menyelamatkan harta benda mereka.

Satu minggu setelah penyerangan Kampung Alguru oleh TNI-Polri, penduduk Kampung Alguru dan beberapa kampung lain asal Kabupaten Nduga kini muncul sebagai pengungsi di Kabupaten Mimika, Kabupaten Asmat dan Kabupaten Merauke. [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (156 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: