PLTA Sungai Kao Ditolak Karena Menyasar Banyak Tempat Keramat

Sketsa sementara 24 tempat keramat di Distrik Woropko dan Ambatkuy. Tempat-tempat ini telah menjadi pusat kosmologi Masyarakat Adat Kati-Wambon secara turun-temurun.@Tribun-Arafura.com

TANAH MERAH, Tribun-Arafura.com —Rencana Pemerintah membangun bendungan untuk PLTA skala Nasional berkapasitas 65,13 Megawatt di Sungai Kao, tepatnya di Distrik Woropko dan Ambatkuy, Kabupaten Boven Digoel Papua, ternyata menyasar banyak tempat yang dianggap keramat atau disakralkan. Penghancuran tempat-tempat keramat ini dipastikan akan memutus hubungan spiritual antara Masyarakat Adat Kati-Wambon dengan tanah mereka.

Padahal, tempat-tempat keramat yang menjadi pusat kosmologi Masyarakat Adat di seluruh belahan bumi telah mendapat pengakuan secara Internasional melalui Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hak-Hak Masyarakat Adat. (Download : Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hak-Hak Masyarakat Adat).

Pasal 25 Deklarasi dimaksud secara khusus menyebutkan, “Masyarakat adat memiliki hak untuk memelihara dan memperkuat hubungan spiritual yang khas dengan tanah, wilayah, air dan pesisir pantai dan sumber daya yang lainnya, yang digunakan atau dikuasai secara tradisional, dan untuk menjunjung tinggi tanggung jawab mereka terhadap generasi-generasi mendatang”.

Dari data sementara yang berhasil dihimpun Redaksi Tribun-Arafura.com, PLTA Sungai Kao menyasar sedikitnya 24 tempat keramat yang menjadi pusat kosmologi Masyarakat Adat Kati-Wambon.

Ke-24 tempat keramat itu adalah Maadigbon/Motkom, Yinimudu, Niin Angganon, Anonggan, Onongndum, Ayam, Sambetmbon, Tembut Bilipko, Kamnigbun, Wanik Mogot, Upbidipkibi, Kolomkaba, Dom Kaba, Kundimkaba, Menggek Kaba, Umukit, Mulunggo, Wunon, Welam, Niindem, Koreom, Takperep, Niin Otpon.

Sebagaimana diketahui, karena akan mengancam eksistensi Masyarakat Adat setempat, rencana pembangunan PLTA Sungai Kao saat ini telah mendapat penolakan secara terbuka dari berbagai komponen Masyarakat Adat Kati-Wambon. (Baca : Masyarakat Kati-Wambon dan Tokoh Adat Menolak Pembangunan PLTA di Sungai Kao Kabupaten Boven Digoel).

Selain mengancam eksistensi, PLTA yang direncanakan berkapasitas 65,13 Megawatt ini diduga bertujuan untuk memasok energi listrik bagi berbagai Investasi Kelapa Sawit dan industri turunannya yang telah menguasai banyak tanah-tanah masyarakat adat di Boven Digoel, Merauke, Mappi dan Asmat. (Baca : PLTA Sungai Kao Diduga Akan Memasok Energi Listrik Untuk Perusahaan Kelapa Sawit).

Terkait rencana pembangunan PLTA ini, Wakil Bupati Boven Digoel Chaerul Anwar di Akun Facebook-nya pada Minggu (04/02) lalu menyebutkan, PLTA yang direncanakan akan memasok listrik untuk 20 Kabupaten sekitar yang setara Kabupaten Merauke. Dia juga menyebutkan, kapasitas untuk Merauke saat ini hanya sekitar 3 Megawatt.

Menanggapi prediksi Wakil Bupati Chaerul Anwar, Aktivis Papua Everistus Kayep mengatakan, karena di Papua Selatan hanya ada 4 Kabupaten, maka kapasitas untuk ukuran 16 Kabupaten jelas merupakan kebutuhan Investasi Nasional yang saat ini bercokol di Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat.

“Di Papua Selatan hanya ada 4 Kabupaten. Kemana jatah energi listrik untuk 16 Kabupaten? Jelas akan dipasok untuk berbagai perusahaan Kelapa Sawit dan industri turunannya. Apalagi Bupati Merauke dan Bupati Boven Digoel telah merencanakan Pembangunan Industri Kelapa Sawit,” kata Kayep.

Belum lama ini, Bupati Merauke Frederikus Gebze dan Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop bertemu berbagai stakeholder di Jakarta membahas rencana Pembangunan Industri Kelapa Sawit. (Baca : Bupati Merauke Undang Berbagai Stakeholder Bahas Industri Kelapa Sawit di Jakarta).[TA]

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

1 Trackback / Pingback

  1. FORPA-BD Tolak Rencana Pembangunan Bendungan PLTA Sungai Kao – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: