DPR-P, MRP & Gubernur Papua Segera Minta Penjelasan Aparat TNI Soal Senjata dan Pengusiran Wartawan Asing

Anggota TNI berseragam lengkap dengan senjata sedang melayani penderita Campak dan Gizi Buruk di Asmat.@Ist.

Oleh : Marthen Goo*

Sangat mengganggu hati kami para pekerja Kemanusiaan Papua soal adanya dua hal besar yang terjadi di Asmat, yakni : (1) soal beredarnya foto TNI mengenakan pakaian seragam dan senjata lengkap dengan helm seakan di medan pertempuran; dan (2) soal pengusiran wartawan asing oleh aparat Indonesia di Asmat.

Aparat Dengan Senjata Lengkap dan Helm

Rakyat lagi duka, rakyat lagi menderita karena wabah, sementara foto yang beredar dan laporan lapangan bahwa TNI menggunakan seragam lengkap dengan senjata sampai masuk ke tempat-tempat di mana warga berkumpul. Tentu ini salah. Ini bukan di medan pertempuran.

Rakyat di Papua itu sudah trauma yang panjang dengan kekerasan dan kejahatan HAM di Papua. Mestinya aparat menggunakan pakaian biasa saat berada di kumpulan warga dan memastikan kondisi kesehatan mereka. Wujud pelayanan harus ditunjukkan. Trauma yang panjang dan guncangan psikis bisa mengakibatkan kondisi yang memprihatinkan.

Tentu kami juga apresiasi bagi oknum aparat yang berlatar belakang Dokter atau medis dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kami juga apresiasi bagi oknum aparat yang melancarkan proses pertolongan kesehatan di Asmat tersebut.

Tapi bahwa ada dua peristiwa yang mengganggu pekerja kemanusiaan sehingga butuh penjelasan soal dua hal tersebut. Salah satunya adalah soal wartawan asing uang diusir.

Wartawan Asing Diusir

Kasus Asmat adalah kasus “Kejadian Luar Biasa (KLB)”. Karena itu KLB dan soal kemanusiaan, mestinya harus dibuka akses publik baik nasional maupun internasional melihat dan mempublis peristiwa kemanusiaan di Asmat tersebut. Apa yang disembunyikan? Ini soal nyawa manusia. Semakin banyak orang empati akan meminimalisir kematian dan meminimalisir kemungkinan terjadi di kemudian hari.

Mestinya soal kemanusiaan, soal nyawa manusia itu harus ditempatkan jauh lebih tinggi dari negara atau barang apapun di dunia. Sehingga, semua akses kemanusiaan harus terbuka untuk umum untuk turut dalam melakukan pembantuan penyelamatan kasus wabah Campak Gizi buruk di Asmat tersebut.

Dengan diusirnya wartawan BBC Inggris, Rebecca Henschke yang memiliki niat baik soal kemanusiaan demi mempublis fakta di Asmat, membuat semua orang bertanya, apalagi orang Papua, apa maksudnya dengan upaya menutupi peristiwa kemanusiaan di Asmat tersebut. Ini kasus kemanusiaan yang serius. Sementara kasus Asmat ini salah satu kasus dari kasus-kasus kematian di Papua seperti di Dogiyai, Deiyai, Paniai, Naduga, Korowai, Yahukimo, dll.

Harusnya ada etika dalam memberikan penjelasan soal situasi di Asmat tersebut dan harus diberikan ruang. Kalau langsung mengusir, kesannya melahirkan pertanyaan besar. Apakah ini soal Ijin? Apakah ijin jauh lebuh tinggi dari kemanusiaan?

Mestinya pemerintah berbangga ketika semua pihak antusias dan ingin kasus KLB ini berakhir dengan cara menyumbangkan peran sesuai keahliannya masing-masing.

DPR-P, MRP dan Gubernur Papua Diharapkan Aktif Menanyakan Dua Hal Tersebut

Terkait dengan terjadinya dua peristiwa serius di Asmat tersebut, kami meminta kepada Gubernur sebagai Pemegang Kekuasaan Wilayah, DPR-P sebagai Perwakilan Rakyat, MRP sebagai lembaga kultur untuk menanyakan dan meminta klarifikasi kepada petinggi TNI soal dua peristiwa yang membuat semua orang bingung dengan tindakan yang terkesan belum menunjukan rasa kemanusiaan tersebut. Berharap juga DPR-RI dan DPD perwakilan Papua pun turut menanyakan dua hal tertersebut.

Moga klarifikasi terbut bisa mengobati dan memberikan kelegaan bagi korban, kekuarga korban, pekerja kemanusiaan dan semua orang yang sedang memonitoring kasus Asmat tersebut.

Sebelumnya kami menyampaikan banyak terima kasih buat semua yang sudah bekerja dengan tulus untuk selamatkan rakyat di Papua, kususnya Asmat. Moga perbuatan kebaikan dan kasih kita diridohi Allah.

*Penulis adalah Aktivis Kemanusiaan

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: