Ungkapan Duka-Cita Istri Brigpol Firman, Korban Tewas di Mile Point 69 Tembagapura

Jenazah Brigpol Firman saat dievakuasi dari Mile Point 69 Tembagapura.@Facebook.com

JAYAPURA, Tribun-Arafura.com — Kepergian Brigpol Firman, Anggota Brimob Polda Papua yang tewas akibat ditembak kelompok tak dikenal di Mile Point 69 Tembagapura pada Rabu, 15 November 2017 lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya.

Istri Almarhum, Zantha Lucia Manangsang yang berprofesi sebagai Dokter menuangkan ungkapan duka-citanya di Wall Facebook-nya, Sabtu (27/01) kemarin.

Untaian kata-katanya membuat banyak Netizen terharu dan memberikan beragam tanggapan bernada duka-cita. Sebagian lainnya menguatkan putri Dokter John Manangsang ini agar tetap tabah menghadapi situasi ini.

Redaksi menyadur ungkapan duka-cita Istri Alm. Brigpol Firman berikut ini :

Sudah lebih dari 3 bulan…
Puluhan versi terbesit dibenakku…
Apakah begini kemudian begitu???
Apakah sebenarnya begini atau begitu???

Ingin juga kurasakan hal yang sama sepertimu, agar aku tau segalanya, Sayang…
Aku ingin rasakan bagaimana rasamu ketika sekejap timah panas ini menembus tubuhmu utk pertama kali..lalu disusul yg kedua.
Aku ingin rasakan bagaimana tubuhmu roboh terkulai.
Aku ingin tau apa yg menjadi reaksi tubuhmu seketika itu..
Aku ingi tau apa dan bagaimana sekelilingmu saat itu..
Aku ingin tau apa saja yg ada dipikiranmu saat itu..
Aku ingin tau kata-kata apa yg keluar dari mulutmu saat itu..
Aku ingin tau apa saja yg kelihatan dan kedengaran..
Aku ingin tau berapa lama aku bertahan seperti Engkau..
Aku ingin rasakan bagaimana Kau hadapi nafas terakhirMu..
Aku ingin rasakan bagaimana sakitnya hatimu karena harus putus asa dari semua mimpi-mimpi hidupMu..
Aku ingin tau bgmn Keimanan Kau bentuk utk siap menghadapi Allah, Sayang…

Teruntukmu, yg telah menjadi perpanjangan tangan di Dunia ini, yg diijinkan Allah utk menetapkan waktu Ajal Suamiku…
Aku sama sekali tdk mengenalmu, tapi aku sangat merindukanmu. Aku disini hny bisa terus memandang benda yg Kau tembuskan dalam tubuh Suamiku. Andai sj Kau ada disini, aku sangat ingin meminta hal yg sama, lakukan hal yg sama padaku seperti saat Kau membidik kpd Suamiku… karena sakit yg Kau tinggalkan utkku ini, belum tau bisa ku bawa kemana.
Apakah Kau punya Iman? Apakah Kau punya hati nurani? Apakah Kau punya impian hidup? Apakah Kau punya kerinduan? Apakah Kau punya cinta? Apakah Kau punya keluarga, anak dan tanggung jawab? Andai saja….
Semoga.. duka yg Kau beri padaku ini, tidak pula menjadi dukamu atau keluargamu…
Karena sakitnya ini, sama rasanya spt saat Kau tembuskan tubuh Suamiku dgn proyektil dari senjatamu… luka yg terus mengalir darah, perih, menyesakkan didada, menggelapkan mata…berulang dan terus seperti itu…
Karena sakit ini,, belum tentu mau/mampu Kau tanggung seperti aku dalam situasi ini.

Tewasnya Brigpol Firman dengan dua luka tembakan di Mile Point 69 Tembagapura meninggalkan misteri yang belum terungkap hingga kini.

Tuduhan tidak berdasar diarahkan kepada pihak Gerilyawan TPN-OPM dan berbagai media massa mainstream secara serentak mem-blow-up cerita versi penguasa ini, bahwa Brigpol Firman tewas ditembak Gerilyawan TPN-OPM.

Kematian Brigpol Firman diketahui menjadi alasan bagi TNI dan Polri untuk secara bersama melakukan operasi pembebasan sandera di Kampung Banti, Kimbely dan Utikini, yang ternyata banyak menuai kritik.

Berbeda dengan opini yang dibentuk secara terpola oleh media massa mainstream, Tokoh Nasional asal Papua yang juga Mantan Komisioner Komnas HAM RI Natalius Pigai pernah meminta Panglima TNI saat itu, Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk mengumumkan siapa penembak Brigpol Firman di Mile Point 69 Tembagapura.

Permintaan Natalius didasarkan pada informasi yang diterimanya via jejaring Whatsapp, bahwa Brigpol Firman tewas ditembak TNI saat melakukan operasi pengejaran terhadap TPN-OPM.

“Kebesaran jiwa dan kepahlawanan akan paripurna jika Jenderal Gatot mengumumkan siapa yang menembak anggota Brimob atas nama Alm. Firman,” kata Pigai dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Tribun-Arafura.com. (Baca : Natalius Pigai Minta Panglima TNI Umumkan Siapa Penembak Brigpol Firman).

Natalius saat itu berharap, jika benar Brigpol Firman tewas ditembak TNI, Jenderal Gatot harus meminta maaf kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Jika ditembak oleh TNI maka sebagai pembela kemanusiaan saya mau Jenderal meminta maaf khususnya kepada Ayahanda dan Bunda serta Istri dan anak-anak tercinta dari Almarhum,” harapnya.

Pigai juga meminta Mabes Polri menjelaskan kasus ini karena lokasi tertembaknya Brigpol Firman merupakan daerah terisolasi dalam kawasan PT Freeport yang terlarang bagi rakyat sipil.

“Adanya tuduhan pelaku penembakan terhadap Firman yang diarahkan kepada TPN-OPM dan juga TNI harus dijelaskan oleh Mabes Polri karena informasi media sosial yang sedang beredar bahwa anggota Brimob tersebut ditembak oleh TNI,” pinta Pigai.

Versi kematian Brigpol Firman akibat ditembak TNI terungkap dari diskusi internal di Group Whatsapp Polda Papua dan Mabes Polri. Screenshot percakapan para anggota Polisi di Group Whatsapp sempat beredar viral di Social Media dan diposting pertama kali di blog Somerpost.wordpress.com pada Kamis, 16 November 2017.

Akibat pemberitaan tersebut viral ke berbagai platform Social Media, pihak Telkom diketahui memblokir blog Somerpost.worpress.com. Tetapi pengelolanya segera mengubah alamat yang diblokir menjadi r42kondo.wordpress.com.

Sampai saat ini pihak TNI maupun Polri belum mengklarifikasi rilis yang dikeluarkan Natalius Pigai dan kematian Brigpol Firman tidak pernah diselidiki secara independen. [MM/TA]

Iklan
About Tribun Arafura (156 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: