Surat Agustinus Awom, Tertuduh Pembunuhan Mahasiswa dan Mahasiswi UNIPA Manokwari

Agustinus Awom, tertuduh pembunuhan Agustinus Aun dan Tasya Sapulete. Dia mengaku Polisi tidak pernah mendengar keterangannya, bahkan mengancam akan menembak dia. Polisi juga memukulnya sampai pingsan.@Ist.

MANOKWARI, Tribun-Arafura.com — Dua Mahasiwa/i UNIPA Manokwari, Agustinus Aun dan Tasya Sapulete dibunuh secara sadis pada Senin, 31 Oktober 2016 di dekat kali Pami, Amban Pantai, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Polisi kemudian membekuk Agustinus Awom dan Mihel Mandacan yang dituduh sebagai pelaku. Keduanya dijerat Pasal 338 KUH Pidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.

Publik di Papua dan Indonesia terlanjur meyakini berita media dan tuduhan aparat penegak hukum yang menuduh Agustinus Awom dan Mihel Mandacan sebagai pelaku pembunuhan sadis tersebut. Namun kini beredar Surat Agustinus Awom di Social Media yang pada intinya menyatakan bahwa dia dan Mihel Mandacan bukan pelaku pembunuhan.

Berikut Surat Agustinus Awom yang diperoleh Redaksi Tribun-Arafura.com :

Kepada Yth:

1. Keluarga korban pembunuhan Mahasiswa dan Mahasiswi di Amban Pantai;

2. Seluruh Mahasiswa/i UNIPA Manokwari dan seluruh Mahasiswa/i Se-Tanah Papua;

Pada kesempatan in, saya sebagai tersangka saya memohon ampun dan maaf kepada keluarga dan semua yang telah simpati terhadap masalah pembunuhan yang terjadi di Amban Pantai. Jika keluarga korban dan semua Mahasiswa/i mempunyai keyakinan seperti Hakim Pengadilan Manokwari maka sekali lagi saya mohon maaf.

Namun kesempatan ini saya datang bersama Tuhan Allah, dan saya katakan bahwa saya bukan pelaku pembunuhan, sekali lagi saya bukan pelaku pembunuhan. Fakta di persidangan tidak terbukti, tidak ada bukti sidik jari, tidak ada bukti DNA, semuanya tidak terbukti.

Saya juga mohon maaf kepada keluarga besar Mandacan. Terutama keluarga Mihel Mandacan. Mihel ditangkap karena orang yang bernama Ansali yang disebut oleh dua Anggota Polisi Manokwari. Mihel tidak jalan bersama saya. Saya juga sangat kecewa terhadap penyidik yang tidak mau terima keterangan saya di saat penyidikan dan mau menembak saya bahkan memukul saya sampai pingsan.

Kemudian kepada seluruh rakyat Papua, jangan percaya isu tentang kelebihan diri saya, karena itu isu dan berita omong kosong yang dibuat untuk menjebak saya, juga karena masalah politik Papua sehingga saya dilibatkan dan dijebak dalam suatu masalah yang saya tidak tahu sama sekali.

Sekali lagi saya katakan bahwa saya bukan pelaku. Sekian dan Terima Kasih.

Tertanda

Agustinus Awom

Iklan
About Tribun Arafura (156 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: