PLTA Sungai Kao Diduga Akan Memasok Energi Listrik Untuk Perusahaan Kelapa Sawit

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Rencana pembangunan bendungan untuk PLTA di sungai Kao yang meliputi distrik Woropko dan distrik Ambatkuy, Kabupaten Boven Digoel, Papua, diduga bukan untuk kepentingan rakyat tetapi lebih untuk kepentingan investasi perkebunan skala besar yang saat ini telah mengepung wilayah Selatan Papua.

Dugaan ini ditegaskan Aktivis Papua Everistus Kayep melalui sambungan telepon kepada Tribun-Arafura.com di Merauke sore tadi, Sabtu (27/01).

“Rencana pembangunan bendungan PLTA di sungai Kao itu lebih untuk memasok energi listrik bagi banyak perusahaan perkebunan skala besar yang saat ini mengepung wilayah Selatan Papua,” tegas Kayep.

Kayep menegaskan, investasi perkebunan skala besar maupun turunannya memerlukan energi listrik yang murah untuk menekan biaya produksi dan menaikan profit.

“Perusahaan Kelapa Sawit yang telah dan akan merampas hutan alam, memiliki pabrik dan ribuan buruh ini membutuhkan energi listrik murah sehingga bisa menekan biaya produksi,” kata Kayep.

“Kita lihat peta Papua Selatan, Sungai Kao sangat strategis sekaligus debit airnya bisa menghasilkan energi listrik lebih dari yang direncanakan saat ini yaitu 65,13 Megawatt,” katanya lagi.

Kayep selanjutnya membeberkan data Atlas Sawit Papua yang diterbitkan oleh Yayasan Pusaka, dimana terlihat jelas Investasi Perkebunan Kelapa Sawit telah mengepung Kabupaten Boven Digoel, Merauke, Mappi dan Asmat. (Download : Atlas Sawit Papua).

Menurut Kayep titik yang dipilih saat ini oleh PT Aditya dan pihak pemerintah untuk pembangunan PLTA adalah Distrik Woropko dan Ambatkuy karena akses kedua distrik ini ke semua perkebunan skala besar bisa melalui jalan Trans Papua dan jalan antar Kabupaten.

“Investasi skala besar yang ada di Boven Digoel, Merauke, Mappi, Asmat dan bahkan Yahukimo dan Pegunungan Bintang bisa mengakses sumber energi listrik dari Sungai Kao melalui Jalan Trans Papua maupun jalan lintas Kabupaten,” beber Kayep.

Ditanya soal kepentingan rakyat akan penerangan yang dikampanyekan pihak perusahaan maupun pemerintah, Kayep menegaskan, kampanye semacam itu bukan hal baru.

“Dari dulu memang begitu. Rakyat harus ditipu dengan segala macam bahasa dan janji muluk agar menerima kehadiran proyek yang direncanakan,” tandasnya.

Beberapa waktu lalu, Masyarakat Kati-Wambon yang merupakan pemilik ulayat telah menolak rencana pembangunan bendungan untuk PLTA ini. (Baca : Masyarakat Kati-Wambon dan Tokoh Adat Menolak Pembangunan PLTA di Sungai Kao Kabupaten Boven Digoel). [AB/TA]

Iklan
About Tribun Arafura (121 Articles)
Media Online

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Warganet Dukung Masyarakat Adat Kati-Wambon Tolak Pembangunan PLTA Sungai Kao – Tribun Arafura
  2. PLTA Sungai Kao Ditolak Karena Menyasar Banyak Tempat Keramat – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: