Kronologis Aksi Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM Memperingati Hari HAM Sedunia di Merauke

Kronologis Teror Terhadap Koordinator Aksi 11 Peringatan Hari HAM Sedunia di Merauke pada 04 Desember 2017

Pada tanggal 04 Desember 2017 pukul 15.40 WIT, Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM, Frans Wanima, ditelpon oleh Orang Tak Dikenal menggunakan Nomor HP : 081240088556. Penelpon mengaku dari Polres Merauke, tetapi tidak menjelaskan identitas serta jabatannya.

Penelpon meminta ketemu dengan Frans Wanima untuk membicarakan aksi yang akan dilakukan pada 11 Desember 2017. Namun Frans Wanima menjelaskan bahwa dia lagi kuliah di Kampus.

Anggota Polisi tersebut menanyakan jam berapa pulang dari Kampus. Frans Wanima mengatakan bahwa pada Jam 16.00 WIT atau Jam Empat Sore dan Anggota Polres Merauke itu meminta bertemu di Frans Wanima pada pukul 16.00 WIT.

Namun Frans belum menemui Anggota Polres Merauke yang menelpon karena Frans sendiri mengaku belum mengantar Surat Pemberitahuan Aksi ke Polres Merauke dan belum distribusi Selebaran Aksi sebab Rapat Persiapan Aksi baru pada dilakukan pada hari Minggu, 3 Desember 2017.

Senin, 11 Desember 2017 Aksi Demonstrasi Dilakukan

Pukul 08.00 WIT massa sekitar 20 orang pemuda dan masyarakat telah menunggu di Lingkaran Brawijaya (LIBRA) tetapi tidak berorasi. Disana telah terlihat puluhan anggota intelijen dari berbagai kesatuan yang telah ada bersama massa aksi.

Pukul 08.00 WIT ditempat berbeda, massa dari beberapa titik telah dijemput oleh Aktivis Papua Andreas Kahol mengunakan mobil Pick Up dan bergabung dengan massa aksi di Mangga Dua Kimaam.

Pukul 08.30 WIT massa aksi berjumlah 20 orang bergerak dari Jln. Parako menuju LIBRA, dengan membentangkan Baliho dipimpin oleh Frans Wanima Kordinator umum Aksi sambil berorasi. Perjalanan hingga tiba di LIBRA sekitar 10 menit.

Pukul 08.40-09.00 WIT massa telah bergabung dan ditambah dengan beberapa aktivis yang menyiapkan atribut aksi seperti pamflet dan spanduk tambahan.

Pukul 09.00-10.00 WIT Massa berorasi secara bergantian, sambil menunggu Massa Aksi dari Mangga Dua Kimaam yang mengkonfirmasi perjalanan mereka.

Negosiator berbicara dengan seorang Polisi Lalu Lintas yang berada disana dan mengaku akan mengamankankan jalannya Aksi Long Marc hingga DPRD Merauke. Beliau menjelaskan bahwa kemungkin tidak ada Anggota Dewan disana. Tetapi negosiator aksi menjelaskan aksi tetap dilakukan.

Anggota Kepolisian yang menggunakan seragam sekitar 10 orang berada 200 meter dari titik aksi. Sedangkan disekitar Massa Aksi ada beberapa wartawan dan puluhan intelijen.

Pukul 10.30 WIT Massa Aksi yang melakukan Long March dari Mangga Dua Kimaam telah berada di LIBRA dan mengabungkan diri bersama Massa Aksi di LIBRA.

Massa Aksi yang bergabung berjumlah sekitar 200-an orang. Orasi-orasi Politik dilakukan dengan tema menolak MIFEE, PT KORINDO, PT FREEPORT dan semua investasi yang merugikan masyarakat Papua.

Pukul 11.00 WIT Massa Aksi telah tiba di DPRD Merauke dan dihadang oleh Anggota polisi yang berjumlah lebih dari 100-an orang berpakain lengkap, dan tersebar di gerbang hingga sudut Kantor DPRD. Puluhan anggota intelijen juga disebar di halaman Kantor DPRD.

Negosiator Aksi menghubungi beberapa Anggota Polisi untuk membuka pintu DPRD tetapi Anggota Polisi yang berada di gerbang menyuruh massa duduki jalan raya tepat di depan kantor DPRD.

Negosiator aksi yang berusaha menanyakan siapa Kabag Ops Polres Merauke tidak mendapatkan jawaban dari semua anggota Polisi yang ada.

Tetapi tokoh Malind yang mengikuti aksi saaat itu, Bapak Paskalis Imadawa marah dan mendesak Polisi untuk membuka pintu akhirnya Polisi membuka pintu gerbang dan massa aksi dizinkan masuk.

Mobil Komando tidak diizinkan masuk dan tetap berada di luar sehingga negosiator aksi menghubungi
Kasat Intelkam yang saat itu berada dan mengizinkan mobil untuk masuk melalui pintu lain.

Sesampainya di dalam lingkungan Gedung DPRD Massa mulai berorasi dan diarahkann oleh Koordinator Umum Aksi Frans Wanima.

Perwakilan Massa dan Masyarakat yang berorasi adalah Tokoh Masyarakat Bapak Paskalis Imadawa, Anggota Majelis Rakyat Papua Jhon Wob, Ikatan Mahasiswa Pelajar Kampung Bamol, GempaR dan beberapa perwakilan mahasiswa dari setiap kabupaten di Papua Selatan.

Pukul 15.00 WIT Massa Aksi hanya menjumpai seorang anggota dewan yaitu Ketua Komisi A Bapak Moses Kaibu didampingi Sekretaris Dewan.

Pukul 15.30 WIT Kordinator Umum Aksi Frans Wanima membacakan Pernyaan Sikap berisi 11 Poin Tuntutan dan menyerahkannya kepada Bapak Moses Kaibu. []

________

Simak juga Pernyataan Sikap dan Berita Foto

Iklan
About Tribun Arafura (122 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: