‘Surat Pernyataan’ Versi TNI Menutup Proses Hukum Terhadap Pembunuh Pemuda Kampung Woner

'Surat Pernyataan' versi TNI yang diduga kuat dibuat secara sepihak untuk menutup peluang proses hukum atas 3 Anggota Yonif 755/Yalet yang membunuh Pemuda Kampung Woner.@Tribun-Arafura.com

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yonif 755/Yalet di Merauke diduga telah membuat ‘Surat Pernyataan’ secara sepihak dan disodorkan bersama uang santunan sebesar Rp. 50 Juta kepada keluarga Ishak, Pemuda Kampung Woner, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke yang meninggal karena dianiaya 3 Anggota Pos Pamrahwan Yonif 755/Yalet.

‘Surat Pernyataan’ yang dibuat di Merauke dan diantar ke Kampung Woner itu di tanda-tangani oleh Pihak I dan Pihak II masing-masing Sertu Muh Andi Wahyudi mewakili TNI Yonif 755/Yalet dan Adrianus Cikara mewakili keluarga korban.

Pertemuan dilakukan di Kampung Woner, Rabu (22/11) sekitar pukul 10.00 WIT. Dalam pertemuan itu Danpos Yonif 755/Yalet Sertu Muh Andi Wahyudi menyerahkan uang santunan sebesar Rp. 50 Juta kepada Adrianus Cikara yang merupakan ayah dari korban.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan ‘Surat Pernyataan’ diatas meterai.

Yang menjadi saksi untuk kedua belah pihak adalah Danramil Kimaam Kapten Nelson Amirullah dan Kepala Kampung Woner Bonefasius Buika.

Poin ‘Surat Pernyataan’ yang diduga sengaja diatur untuk menutup proses hukum terhadap para pelaku pembunuhan adalah poin ke-3 yang berbunyi : ‘Atas adanya dari kejadian tersebut Pihak I maupun Pihak II tidak akan mengungkit kembali tentang permasalahan tersebut di kemudian hari dan tidak akan melanjutkan ke proses hukum’.

Sedangkan poin ke-4 lebih mengarah ke teror psikologis terhadap keluarga korban agar tidak berpikir tentang proses hukum : ‘Pihak I dan Pihak II menganggap permasalahan ini selesai serta apabila di kemudian hari Pihak I dan Pihak II mengingkari Surat Pernyataan yang dibuat maka kedua belah pihak bersedia untuk dituntut sesuai hukum yang berlaku’.

Berbeda dengan cara pandang TNI yang terkesan berupaya meloloskan diri dari proses hukum, masyarakat setempat mendukung pihak keluarga korban untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum sehingga para pembunuh bisa dihukum dengan pemecatan.

Mereka beralasan, kasus pembunuhan akan terulang lagi karena nyawa korban dinilai seharga Rp. 50 Juta tanpa proses hukum.

“Mereka TNI akan terbiasa karena anggap nyawa masyarakat di Pulau Kimaam harganya per kepala adalah senilai Rp. 50 Juta dan selembar Surat Pernyataan,” Lukas warga Kimaam mengatakan.

Ishak, Pemuda Kampung Woner, meninggal akibat dianiaya oleh 3 Anggota Pos Pamrahwan Kimaam Yonif 755/Yalet, yaitu Serda La Dili Wance, Prada Fredik Pattiasina dan Prada Abiatar Harri Katoar.

Sumber Tribun-Arafura.com di Kimaam mengatakan, kejadian ini bermula dari protes warga Kampung Woner terhadap Bonefasius Buika, Kepala Woner yang diduga telah menyelewengkan Dana Kampung atau Dana Desa sejak 3 tahun terakhir. (Baca : Protes Penyelewengan Dana Desa, Pemuda Kampung Woner Tewas Dianiaya 3 Anggota TNI). []

___

Simak foto-foto berikut :

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

1 Comment on ‘Surat Pernyataan’ Versi TNI Menutup Proses Hukum Terhadap Pembunuh Pemuda Kampung Woner

  1. SY iin solihin bagian HRD Berita utama.net. 08128200511 klo ada berita dan berkenan kirim keredaksi kami. Atau via tlp ini 08128200511. Terimakasih

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Peringati Hari HAM Sedunia di Merauke, Massa Akan Kepung DPRD Merauke – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: