Beredar Video Gerilyawan TPN-OPM Tangkap Mata-Mata Militer Indonesia di Areal PT Freeport

Seorang pemuda Papua yang diduga menjadi mata-mata TNI-Polri dihukum di Markas Gerilyawan TPN-OPM Makodam III Timika Pimpinan Jenderal Jack Millian Kemong.@Youtube.

Tribun-Arafura.com, TIMIKA — Seorang pemuda Papua yang diduga menjadi mata-mata TNI atau Polri ditangkap dan dihukum oleh Gerilyawan TPN-OPM Kodam III Timika di areal PT Freeport, menurut sebuah video yang diunggah di Channel Youtube pada Selasa (07/11) kemarin dan viral di Sosial Media.

Video tersebut dikenai batasan usia berdasarkan standar Youtube dan bisa disimak di link ini.

Sumber Tribun-Arafura.com mengatakan, pemuda ini kedapatan membawa sebuah pistol yang diduga diberikan oleh pihak TNI atau Polri dengan maksud menyusup masuk ke markas gerilya dan menembak seseorang yang dijadikan target.

“Bisa saja dia ditugaskan untuk menembak mati Jack Millian Kemong dan Sabinus Waker, dua pimpinan Gerilyawan yang selama ini dikejar aparat,” ujar sumber ini.

Tetapi saat tiba di salah satu Pos Pertahanan pada Senin (06/11), Gerilyawan menangkap dan menginterogasi pemuda ini soal pistol yang diduga diberikan oleh TNI atau Polri.

“Tetapi dia sudah buang pistolnya sebelum tiba di Pos Pertahanan ketika tahu rencananya bocor,” ungkapnya.

Dalam video tersebut, tampak sang pemuda diinterogasi dan dihukum karena terus berkelit, padahal pihak Gerilyawan telah mengetahui secara detail bahwa dia telah diberi pistol dan sempat melepaskan tembakan sebanyak dua kali.

Menurut sumber Tribun-Arafura.com, pemuda ini telah dipulangkan ke Tembagapura dan diberi peringatan keras, apabila masih melakukan kegiatan mata-mata maka akan ditembak mati.

Konflik bersenjata di areal PT Freeport saat ini semakin memanas setelah Panglima Kodam III TPN-OPM Jenderal Jack Millian Kemong mengeluarkan Perintah Operasi (PO) untuk melakukan penyerangan di areal PT Freeport.

Baku tembak TPN- OPM dan TNI-Polri terus berlanjut sejak pihak Gerilyawan menembak mati Anggota Brimob Den B Timika bernama Briptu Berry Pramana Putra pada Minggu (22/10) lalu di sekitar Jembatan Utikini. []

Berikut Statemen Jenderal Jack Millian Kemong yang berisi alasan TPN-OPM Kodam III Timika melakukan penyerangan terhadap Fasilitas PT Freeport dan TNI-Polri :

Iklan
About Tribun Arafura (121 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: