Dianiaya Lettu TNI Yohanes Koromat di Boven Digoel, Oktovianus Beteop Meninggal Dunia

Jenazah Oktovianus Beteop. Korban meninggal dunia akibat dikeroyok oleh Danramil Mindiptana Lettu Yohanes Koromat dkk. @KNPB Almasuh.

Tribun-Arafura.com, MERAUKE — Pemuda Boven Digoel bernama Oktovianus Beteop (23 tahun) meninggal dunia pada Selasa (30/10) lalu di Lapas Kelas II B Merauke karena menderita sakit akibat dianiaya oleh Komandan Resort Militer (Danramil) Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Lettu Yohanes Koromat dan anak buahnya.

Sumber Tribun-Arafura.com dengan syarat anonim mengatakan, kejadiannya bermula dari pengeroyokan terhadap korban pada hari Selasa, (02/05) sekitar pukul 14.00 WIT di Kali Bening, Jalan Trans Papua Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua.

“Awalnya karena dikejar oleh sekelompok orang, korban berlari menuju tempat acara pernikahan dengan maksud menyelamatkan diri. Saat itu pun anak dari Danramil Mindiptana bernama Alex Koromat datang ingin melihat apa yang terjadi namun demi membela diri korban mencabut parang dan tanpa sengaja sempat mengenai kening Alex Koromat,” tutur sumber ini.

Dikatakan sumber ini, saat itu juga Lettu Yohanes Koromat, ayah dari Alex Koromat, bersama anak buahnya, beberapa anggota Polri dan massa di tempat pernikahan langsung mengeroyok korban hingga babak belur dan satu rusuknya patah.

“Setelah dikeroyok sampai rusuknya patah, korban tidak dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis, tetapi langsung ke sel tahanan Polres Boven Digoel,” jelasnya lagi.

Di dalam sel tahanan Polres Boven Digoel, korban mengalami sakit yang luar biasa. Korban muntah darah dan infeksi di sekitar rusuknya yang patah akibat penganiayaan.

Keluarga korban sempat beberapa kali memohon ke pihak Polres Boven Digoel untuk dibawa ke Rumah Sakit agar korban mendapat perawatan medis, namun Polisi tidak peduli dengan permohonan keluarga korban.

Korban pun ditahan selama dua bulan di sel tahanan Polres Boven Digoel tanpa penanganan kesehatan.

Selama ditahan dalam kondisi sakit pun korban terus mengalami intimidasi yang luar biasa dari Danramil Mindiptana Lettu Yohanes Koromat.

“Selama ditahan, beberapa anggota TNI yang merupakan anak buah Lettu Yohanes Koromat dengan leluasa masuk ke tahanan Polres Boven Digoel dan menganiaya korban yang sudah sangat menderita,” tutur sumber ini.

Kasus korban sempat dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Boven Digoel dan pihak Kejaksaan menyarankan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi Lettu Yohanes Koromat tetap ngotot agar korban diproses secara hukum dan harus masuk penjara.

“Akhirnya korban yang dalam kondisi sakit parah, dipaksa untuk dipindahkan ke Merauke dan disidang oleh pihak Kejaksaan Merauke,” jelas sumber media ini.

Dalam perjalanan dari Tanah Merah Boven Digoel ke Merauke, sumber Tribun-Arafura.com  mengatakan, ada Polisi yang mengintimidasi korban dan memaksanya agar ketika sidang di Merauke korban jangan mengaku sedang sakit.

Setelah tiba di Merauke, korban ditahan selama 2 bulan dalam kondisi sakit di sel tahanan Polres Merauke kemudian disidang dan divonis 2 tahun 5 bulan dipotong masa tahanan.

“Dalam kasus ini Polisi dan Kejaksaan terlihat lemah, tidak berdaya dan mengikuti semua perintah Danramil Mindiptana Lettu Yohanes Koromat akhirnya korban sama sekali tidak memperoleh keadilan di hadapan hukum,” demikian sumber media ini mengatakan.

Berdasarkan putusan Pengadilan di Merauke, korban akhirnya dijebloskan ke LP Klas II B Merauke di Jl. Ermasu dengan kondisi kesehatan yang sangat buruk. Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada hari Selasa (30/10) pada pukul 05.00 WIT.

Korban kemudian dimakamkan oleh keluarga dan kerabatnya di Pemakaman Leproseri Merauke pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIT. []

Berikut Foto-foto yang dikirim KNPB Almasuh :

Iklan
About Tribun Arafura (121 Articles)
Media Online

1 Comment on Dianiaya Lettu TNI Yohanes Koromat di Boven Digoel, Oktovianus Beteop Meninggal Dunia

  1. Polisi sudah melaksanakan tugas dengan baik, sesuai dengan standar operasional yang ada. Nyawa adalah milik Tuhan, siapa saja akan dipanggil pada waktunya..semoga korban dan keluarga diberi ketabahan.

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Protes Penyelewengan Dana Desa, Pemuda Kampung Woner Tewas Dianiaya 3 Anggota TNI – Tribun Arafura
  2. Dua Pemuda Kampung Waninggap Nanggo Dianiaya Anggota Marinir – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: