Ini Kata Jubir KPK Soal Dugaan Korupsi Bupati Merauke

Jubir KPK Febridiansyah. @Internet.

JAKARTA, Tribun-Arafura.com — Setelah dua kali melayangkan Surat Panggilan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Merauke Tahun 2016 dan Gratifikasi yang diduga melibatkan Bupati Merauke Frederikus Gebze, SH, M.Si.

Hal ini ditegaskan Jurubicara KPK, Febridiansyah di Jakarta, Kamis (26/10) kemarin.

Febri menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di KPK.

“Semua laporan tentu akan ditelaah sesuai SOP yang ada di KPK,” tegas Febri.

Kasus dugaan korupsi dan gratifikasi ini sebelumnya pernah dilaporkan ke Polres Merauke dan Polda Papua oleh Kelompok Peduli Rakyat (KPR) Kabupaten Merauke namun hingga kini laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti.

“Kami mendukung apabila KPK menangani kasus ini. Karena itu menjadi satu pertanda bahwa masih ada hukum di negeri ini, dan tidak ada yang kebal hukum di republik ini,” ujar Steven Abraham, Koordinator KPR Kabupaten Merauke.

Dari informasi yang dikumpulkan media ini, Bupati Merauke Frederikus Gebze telah dua kali dipanggil KPK. Surat Panggilan Pertama KPK tertanggal 25 Agustus 2017 dengan Nomor : Dir/317 – 25/ 08/ ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Henry N. Christian dan diantar ke Merauke kemudian diserahkan kepada Bupati Fredy oleh Turmudi, SH.

Bupati Fredy telah menerima surat tersebut dan membunuhkan tanda tangan.

Melalui Surat Panggilan Pertama KPK ini, Frederikus Gebze, SE, M.Si diminta hadir
pada Rabu, 30 Agustus 2017 pukul 10.00 WIB.

“Menghadap kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ambarita Damanik di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl. Kuningan Persada Kav-4, Jakarta untuk didengar keterangannya sebagai Saksi pada perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan APBD Tahun 2016 dan Gratifikasi di Kabupaten Merauke Provinsi Papua,” demikian permintaan KPK dalam surat tersebut.

Sumber Tribun-Arafura.com mengatakan, karena Bupati Merauke Frederikus Gebze mangkir pada panggilan pertama, KPK kembali melayangkan panggilan kedua.

Bupati Fredy kembali diminta menghadap KPK pada 20 September 2017, namun sampai berita ini ditulis, beliau masih belum memenuhi panggilan KPK.

Surat Panggilan Kedua dari KPK diantar oleh Andi Amar, SE dan dari informasi yang diperoleh media ini, Bupati Fredy belum menandatangani surat itu.

Bupati Fredy dikabarkan sempat melapor Andi Amar ke Polres Merauke.

Tetapi Polres Merauke tidak menindaklanjuti pengaduan Bupati Fredy karena setelah dilakukan konfirmasi ke KPK, diperoleh informasi bahwa Surat Panggilan tersebut valid.

Terkait pemanggilan oleh KPK dan keaslian Surat Panggilan yang dilayangkan KPK, Tribun-Arafura.com belum berhasil mengonfirmasi pihak KPK dan Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si. []

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: