Bupati Merauke Bantah Dipanggil KPK, Anggap Surat Panggilan KPK Palsu

Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si. @Internet.

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Bupati Merauke Frederikus Gebze, SH, M.Si akhirnya angkat bicara menyikapi Surat Panggilan KPK untuk dirinya yang kini telah menjadi viral di Social Media. (Baca : Ternyata Bupati Merauke Frederikus Gebze Sudah Dua Kali Dipanggil KPK).

Kepada sejumlah wartawan di Bandara Mopah Merauke, dia menyebutkan, Surat Panggilan KPK yang ditujukan kepada dirinya adalah palsu dan sengaja dilakukan sejumlah oknum di Merauke untuk menjatuhkan dirinya.

“Iya, itu bagian dari mafia yang mengatasnamakan KPK, itu gadungan, palsu. Kalau memang sesuatu yang resmi, seharusnya kemarin saya sudah berikan keterangan pers. Jadi itu adalah palsu, gadungan. Dan dilakukan oleh orang-orang yang selama ini melakukan upaya-upaya ini kepada pejabat-pejabat di wilayah Selatan Papua,” terang Bupati Fredy di Bandara Mopah Kamis (26/10) kemarin.

Ketika ditanya apakah informasi ini sudah viral di Social Media dan apakah ada langkah-langkah hukum yang akan diambil, Bupati mengatakan sudah mengantongi sejumlah nama dan akan melaporkan ke pihak berwajib pada Senin (30/10) pekan depan.

“Iya. Sudah viral dan kita akan laporkan. Saya harapkan ini tolong disampaikan kepada masyarakat bahwa kita sudah kantongi nama-namanya dan kita akan laporkan kepada pihak berwajib. Senin akan kita laporkan ke Polres, supaya mereka dipanggil dan diperiksa. Nama-nama sudah kita kantongi dan mereka ada di Merauke,” tegas Bupati.

Menanggapi rencana Bupati melaporkan sejumlah nama ke Polres Merauke, Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung mengatakan pihaknya siap menerima aduan bagi yang merasa dirugikan dan menjadi korban.

“Kita tunggu saja hari Senin,” kata Marpaung sebagaimana dikutip metromerauke.com, Kamis (26/10).

Walaupun Bupati Frederikus Gebze menganggap Surat Panggilan KPK adalah palsu, Juru Bicara KPK Febridiansyah mengatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi dan gratifikasi yang diduga melibatkan Bupati Merauke.

Kepada sejumlah wartawan di Jakarta, pada Kamis (26/10) kemarin, Febri menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Semua laporan tentu akan ditelaah sesuai SOP (standard operating procedure) yang ada di KPK,” tegas Febri.

Kasus dugaan korupsi dan gratifikasi ini sebelumnya pernah dilaporkan ke Polres Merauke dan Polda Papua oleh Kelompok Peduli Rakyat (KPR) Kabupaten Merauke namun hingga kini laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti.

“Kami mendukung apabila KPK menangani kasus ini. Karena itu menjadi satu pertanda bahwa masih ada hukum di negeri ini dan tidak ada yang kebal hukum di republik ini,” ujar Steven Abraham, Koordinator KPR Kabupaten Merauke. []

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

1 Trackback / Pingback

  1. Bupati Merauke Polisikan Facebooker Hein Tristan – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: