Bisakah Orang Dengan HIV/AIDS Disembuhkan?

Everistus Kayep.@Facebook.com

Oleh : Everistus Kayep*

BAGI DUNIA MEDIS atau kedokteran moderen, pertanyaan yang menjadi judul diatas jawabannya jelas yaitu : ‘Tidak bisa disembuhkan’ karena ‘belum ada obatnya’. Sebagai solusinya dunia medis menawarkan produk farmasi yang hanya bisa menahan laju perkembangan virus HIV/AIDS dengan maksud umur penderita bisa diperpanjang tanpa kesembuhan.

Tetapi, konsekwensi yang harus ditanggung penderita cukup berat : (1) mengkonsumsi obat farmasi seumur hidup; (2) menanggung efek samping yang sangat menyiksa tubuh seumur hidup; (3) mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengkonsumsi makanan bergizi agar tubuh tetap dalam kondisi prima.

Penderita HIV/AIDS atau lazim disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang sudah menderita karena virus yang menggerogoti sistem kekebalan tubuhnya dan efek samping obat farmasi yang menyiksa tubuh pun kerap dikucilkan masyarakat.

Penyebabnya adalah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara penularan virus HIV/AIDS. Masyarakat masih percaya bahwa HIV/AIDS bisa menular lewat jabat-tangan, pelukan, ciuman, memakai alat makan yang sama, bertukar tempat duduk, bahkan bisa menular lewat komunikasi.

Prasangka moral pun menjadi faktor yang memainkan peran kunci sehingga para ODHA dikucilkan oleh masyarakat. Para ODHA sering dianggap sebagai orang yang tidak bermoral, pelanggar norma adat dan agama sehingga mendapat kutukan dari Tuhan berupa HIV/AIDS. Dasar pemikiran ini membentuk persepsi keliru di masyarakat bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit kutukan Tuhan.

Kapitalis Farmasi Meraup Keuntungan Lintas Negara

SAAT INI INDUSTRI Farmasi yang memproduksi obat pengontrol HIV seperti ART dan ARV kerap dituding meraup keuntungan lintas negara. Kapitalisme farmasi ini disinyalir menjadikan para ODHA sebagai : (1) sasaran eksploitasi demi meraup keuntungan finansial; (2) kelinci percobaan untuk pengembangan atau proses penemuan obat-obat baru; (3) sasaran eksploitasi oleh lembaga-lembaga karitas dengan kedermawanan palsu.

Oleh karena itu berkembangnya virus HIV dan bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS merupakan kebutuhan utama industri farmasi dan mereka yang hidupnya menjadi mapan dengan mengurus para ODHA tanpa kesembuhan.

Kesembuhan para ODHA berarti pukulan telak bagi berbagai jaringan global yang sudah dibangun menyerupai gurita yang menghisap orang sakit dan hal itu jelas akan membawa kebangkrutan dan kematian bagi kapitalis farmasi.

HIV/AIDS dan para ODHA kini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan tertentu sehingga banyak lembaga karitas tumbuh di mana-mana di berbagai penjuru dunia hanya untuk menjadi mitra pemerintah setiap negara kemudian mendapat kuota mengurus para ODHA. Keuangan negara dan sumber lain dari donatur di beberapa negara maju digerogoti untuk sesuatu yang dipelihara sebaik mungkin oleh kapitalis farmasi.

Dalam beberapa kasus, HIV/AIDS disinyalir telah dijadikan senjata oleh kelompok tertentu untuk membasmi kelompok lain. Rasisme dilegalkan dan menjadikan hidup kaum kulit hitam dan kulit berwarna menjadi tidak berdaya dengan HIV/AIDS yang menular bersamaan dengan kemiskinan yang dipelihara.

Hal ini bisa dengan mudah dibuktikan dengan data statistik pengidap HIV/AIDS terbesar di dunia yang penyebarannya merata di wilayah yang ternyata merupakan wilayah kaum kulit hitam dan kulit berwarna.

Produk Herbal Bisa Sembuhkan HIV/AIDS

PENGOBATAN BERBASIS INDUSTRI Farmasi yang sampai hari ini terbukti tidak banyak membantu para ODHA kini bisa diganti dengan berbagai pengobatan alternatif menggunakan bahan-bahan alami dari hutan alam yang dikemas dalam produk herbal.

Hal ini dimaksudkan untuk membantu para ODHA secara manusiawi, mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai sesama manusia yang harus ditolong untuk mencapai kesembuhan, bukan dijebak masuk perangkap kapitalis farmasi dan menghasilkan profit bagi industri farmasi seumur hidupnya.

Banyak produk herbal di Indonesia yang terbukti ampuh membasmi HIV/AIDS dan membebaskan para ODHA tidak hanya dari virus mematikan ini, tetapi juga dari perangkap kapitalis farmasi dan jejaring mereka.

Produk herbal ini-lah yang seharusnya didukung oleh pemerintah negara ini sehingga kualitasnya memenuhi standar dan masuk kategori OHT atau Obat Herbal Terstandar sehingga negara secara nyata hadir untuk menyelamatkan rakyatnya dari epidemi HIV/AIDS.

Tetapi faktanya adalah, negara justru menjadikan dirinya sebagai pasar tempat kapitalis farmasi menjual produknya. Pada titik ini negara secara nyata hadir untuk kapitalis farmasi dan tidak untuk rakyatnya.

Ara Boven Digoel Herbal Sembuhkan HIV/AIDS

Salah satu produk herbal yang saat ini cukup ampuh membasmi HIV/AIDS adalah Ara Boven Digoel Herbal. Tidak seperti Buah Merah yang diklaim bisa menyembuhkan HIV/AIDS tanpa bukti, Ara Boven Digoel Herbal telah mengantongi banyak bukti kesembuhan para ODHA di berbagai wilayah di Indonesia.

Ramuan ini diracik secara tradisional menggunakan berbagai daun alam yang tumbuh di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua. Daun-daun ini diketahui telah digunakan oleh leluhur beberapa suku Papua di Boven Digoel sejak jaman dulu untuk menyembuhkan berbagai penyakit ringan maupun kronis.

Namun, salah satu metode penyembuhan bebas bahan kimia ini dihentikan sekitar tahun 1930-an ketika muncul para misionaris Belanda yang kemudian memperkenalkan metode penyembuhan non alami atau berbasis industri farmasi.

Khasiat daun-daun ini ditemukan kembali oleh Yulianus Mikan pada tahun 2008 dan telah digunakan untuk menyembuhkan banyak ODHA di Papua maupun daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu Yulianus Mikan diberi gelar Dokter Adat oleh banyak pihak secara spontan.

Ara Boven Digoel Herbal terdiri dari gabungan 15 jenis daun pohon alam. Daun-daun itu hanya direbus kemudian air rebusan itu diminum oleh ODHA dan sembuh. Setelah ODHA sembuh, dia boleh berhenti konsumsi Ara Boven Digoel Herbal seumur hidupnya.

Bernasib seperti daun Sirsak

DAUN SIRSAK SAAT ini dikenal secara luas sebagai Obat alami yang mampu membasmi berbagai jenis kanker. Banyak produk herbal yang berbahan dasar daun sirsak telah diproduksi dan dengan mudah ditemukan di Indonesia.

Tetapi, khasiat daun sirsak sebagai pembasmi sel-sel kanker yang mendapat pengakuan berbagai pihak saat ini ternyata pernah mengalami masa sulit beberapa tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh dominasi kapitalis farmasi yang menutup khasiat daun sirsak kemudian menonjolkan kemoterapi sebagai satu-satunya metode medis yang bisa menyembuhkan penderita kanker.

Akibatnya apa? Jutaan penderita kanker harus mati karena tidak memiliki cukup biaya untuk naik meja operasi atau menjalani proses kemoterapi. Penderita yang punya uang pun akhirnya harus menahan sakit disayat pisau bedah dan mati atau hidup dengan sejumlah cacat karena saraf-saraf yang baik ikut terpotong.

Akhirnya, melalui proses perjuangan yang panjang, masyarakat yang berkampanye akan khasiat daun sirsak keluar sebagai pemenang dan sebagai dampaknya, jutaan nyawa di dunia bisa diselamatkan. Hal ini jelas merupakan pukulan telak bagi kapitalis farmasi yang selama ini meraup keuntungan finansial dari kemoterapi.

Ara Boven Digoel Herbal diprediksi akan bernasib seperti daun sirsak. Pada awalnya khasiat herbal ini diragukan, bahkan ditolak karena kuatnya dominasi kapitalis farmasi yang setiap saat meracuni pikiran masyarakat melalui media massa dan lembaga-lembaga publik yang terkait langsung dengan pemerintahan.

Tetapi ada saatnya dimana kesembuhan para ODHA akan membuka mata berbagai pihak untuk mengakui khasiat Ara Boven Digoel Herbal sebagai pembasmi HIV/AIDS tanpa efek samping, tidak menyiksa tubuh penderita, berbiaya murah dan penderita bisa berhenti konsumsi setelah sembuh.

Cara Mendapatkan Ara Boven Digoel Herbal

Ara Boven Digoel Herbal bisa diperoleh dengan menghubungi Dokter Adat Yulianus Mikan di Nomor HP : +6281344082509 dan Whatsapp : +6282199313648 atau mengunjungi Pos Pelayanan Ara Boven Digoel Herbal di kota anda.[E]

*Aktivis Papua, Tinggal di Merauke.

Iklan
About Tribun Arafura (166 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: