Tidak Penuhi Undangan Sekretaris Kopertis Wilayah XIV di Biak, Ini Alasan Ketua STIPER STA Jayapura

Jeffry Yohanes de Fretes selaku Ketua Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray menabrak aturan dengan memecat Aloysius Kowenip sebagai Ketua STIPER STA Jayapura dan menyerahkan SK Plt Ketua STIPER STA Jayapura kepada Laurens Maturbongs yang juga merupakan kerabat Keluarga Meteray. (Foto : Tabloidjubi.com)

Tribun-Arafura.com, JayapuraRapat Dengar Pendapat yang digagas Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray yang diduga mengintervensi Kopertis Wilayah XIV di Biak pada Jumat (28/07) kemarin ternyata tidak hanya tidak dihadiri oleh Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM. (Baca : Dianggap Merusak Citra dan Kualitas Pendidikan Katolik, Uskup Jayapura Tidak Penuhi Undangan Kopertis XIV di Biak).

Rapat ini juga ternyata tidak dihadiri oleh Ketua STIPER STA Jayapura Aloysius Kowenip, S.Sos, MKP.

Menurut Kowenip, pihaknya telah melayangkan Surat Pemberitahuan kepada Sekretaris Kopertis Wilayah XIV Dra. Metha Gomies, M.Si.

Surat Pemberitahuan tersebut bernomor : 83/STIPER/SK.KET/2017 dan terdiri dari tiga poin yang menjadi alasan pokok.

Pertama, Rapat Dengar Pendapat yang difasilitasi oleh Sekretaris Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat di Biak, Dra. Metha Gomies, M.Si tidak menyelesaikan persoalan dualisme Yayasan di Kampus STIPER STA Jayapura karena tidak akan dihadiri oleh Uskup Jayapura, Pastor Paroki Sentani, Senat Mahasiswa, Senat Dosen, Bapak Aloysius Kowenip dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan persoalan Kampus ini.

Kedua, Kami merasa persoalan Kampus STIPER STA Jayapura terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura sehingga alangkah baiknya dan mohon secara bijak dijadwalkan ulang agar Rapat Dengar Pendapat dapat dilakukan di Jayapura dimana persoalan ini terjadi, agar dihadiri, didengarkan dan disaksikan oleh semua unsur yang berkepentingan sebagaimana disebutkan pada poin satu (1) diatas.

Ketiga, Kami tidak bisa hadir dalam rapat tersebut karena belum memiliki biaya tiket PP Jayapura – Biak dan akomodasi penginapan di Biak.

Rapat Dengar Pendapat yang digelar Sekretaris Kopertis Wilayah XIV di Biak diduga digagas oleh Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray untuk beberapa kepentingan.

Pertama, mendapat legitimasi Kopertis Wilayah XIV agar Kampus STIPER STA Jayapura jatuh ke tangan Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Kedua, mendapat legitimasi Gereja Katolik dengan mempolitisasi kehadiran Bapak Uskup Jayapura dan Pastor Paroki Sang Penebus Ssntani.

Ketiga, menghalangi kunjungan Dr. Suriel Mofu di Kampus SIPER STA Jayapura untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi di Kampus Katolik ini akibat intervensi Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Keempat, mengisolasi masalah dengan melakukan pertemuan tertutup di Biak tanpa dihadiri dan diketahui oleh publik, terutama oleh Mahasiswa STIPER STA Jayapura sebagai pihak yang paling dirugikan dengan munculnya Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Kelima, berusaha menutupi kasus perampokan Kas Kampus STIPER STA Jayapura di Bank Papua oleh Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Kisruh di Kampus STIPER STA Jayapura bersumber dari Akta Yayasan Pegunungan Bintang Nomor 24 Tanggal 15 Desember 2016 yang dibuat oleh Keluarga Meteray dan kerabat mereka. (Baca : Akta Yayasan Pegunungan Bintang Tahun 2016, Akar Masalah Kisruh Kampus STIPER STA Jayapura).

Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray diduga mengintervensi Kampus STIPER STA Jayapura dengan motif memperkaya kelompok kekerabatan tertentu.

Dari data yang berhasil dikumpulkan Tribun-Arafura.com, diketahui telah terjadi perampokan terhadap Kas Kampus STIPER STA Jayapura di Bank Papua.

Kas yang bersumber dari SPP Mahasiswa ini diketahui telah dirampok dengan cara memalsukan tanda tangan Ketua STIPER STA Jayapura Aloysius Kowenip, S.Sos, MKP.

Untuk tindakan penyelamatan, Kowenip telah memblokir Rekening tersebut agar SPP yang disumbang oleh hampir 99,99 persen Mahasiswa Asli Papua tidak terus dirampok oleh kelompok ini.

Kasus perampokan Kas Kampus STIPER STA Jayapura ini akan segera bergulir di ranah hukum agar Mafia Pendidikan di Kampus STIPER STA Jayapura bisa segera diberantas. [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (122 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: