Dianggap Merusak Citra dan Kualitas Pendidikan Katolik, Uskup Jayapura Tidak Penuhi Undangan Kopertis XIV di Biak

Jeffry Yohanes de Fretes selaku Ketua Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray menabrak aturan dengan memecat Aloysius Kowenip sebagai Ketua STIPER STA Jayapura dan menyerahkan SK Plt Ketua STIPER STA Jayapura kepada Laurens Maturbongs yang juga merupakan kerabat Keluarga Meteray. (Foto : Tabloidjubi.com)

Tribun-Arafura.com, Jayapura — Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM dipastikan tidak akan menghadiri Rapat Dengar Pendapat yang digelar Sektetaris Kopertis XIV Dra. Metha Gomies, M.Si pada hari ini, Jumat (28/07) di Biak. (Baca : Yayasan Pegunungan Bintang Versi Keluarga Meteray Diduga Intervensi Kopertis XIV Papua – Papua Barat).

Sumber Gereja Katolik di Keuskupan Jayapura mengatakan, pihak Gereja Katolik tidak bisa didikte oleh kelompok yang secara nyata sedang merusak citra dan kualitas Pendidikan Katolik di Papua, dalam kasus ini Kampus STIPER STA Jayapura.

“Bapa Uskup ada kegiatan di Keerom dan tidak bisa hadir di Rapat Dengar Pendapat dimaksud. Ini sekaligus sikap penolakan Gereja Katolik terhadap Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray yang secara nyata telah merusak citra dan kualitas Kampus STIPER STA Jayapura sebagai Kampus Katolik,” jelas Sumber ini.

Tribun-Arafura.com sendiri belum berhasil menemui Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM karena Sang Uskup sedang sibuk dalam karya pelayanan.

Terkait Rapat Dengar Pendapat, posisi Dra. Metha Gomies, M.Si sebagai Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah XIV diduga dimanfaatkan oleh Jeffry Yohanes de Fretes dan Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray untuk beberapa kepentingan.

Pertama, mendapat legitimasi Kopertis Wilayah XIV agar Kampus STIPER STA Jayapura jatuh ke tangan Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Kedua, mendapat legitimasi Gereja Katolik dengan mempolitisasi kehadiran Bapak Uskup Jayapura dan Pastor Paroki Sang Penebus di Rapat Dengar Pendapat.

Ketiga, menghalangi kunjungan Kordinator Kopertis Wilayah XIV Dr. Suriel Mofu di Kampus SIPER STA Jayapura untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi di Kampus Katolik ini akibat intervensi Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Keempat, mengisolasi masalah dengan melakukan pertemuan tertutup di Biak tanpa dihadiri dan diketahui oleh publik, terutama oleh Mahasiswa STIPER STA Jayapura sebagai pihak yang paling dirugikan dengan munculnya Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Kelima, berusaha menutupi kasus perampokan Kas Kampus STIPER STA Jayapura di Bank Papua oleh Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray.

Undangan Rapat Dengar Pendapat yang digagas Keluarga Meteray ini sedianya akan dilaksanakan pada hari ini,  Jumat (28/07)  bertempat di Ruang Rapat Kantor Kopertis Wilayah XIV Papua – Papua Barat Jl. Ahmad Yani No. II, Biak – Papua.

Sekedar diketahui, kisruh di Kampus STIPER STA Jayapura saat ini dipicu oleh munculnya Yayasan Pegunungan Bintang versi Keluarga Meteray berdasarkan Akta Nomor 24 Tanggal 15 Desember 2016 yang ternyata memiliki banyak kejanggalan. (Baca : Akta Yayasan Pegunungan Bintang Tahun 2016, Akar Masalah Kisruh Kampus STIPER STA Jayapura). [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

1 Trackback / Pingback

  1. Tidak Penuhi Undangan Sekretaris Kopertis Wilayah XIV di Biak, Ini Alasan Ketua STIPER STA Jayapura – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: