Siaran Pers LBH Yogyakarta Soal Hukuman Terhadap Obby Kogoya

Siaran Pers

Jangan Hanya Hukum Obby Kogoya! Tangkap dan Adili Polisi Penyiksa Obby Kogoya!

“Lawan Diskriminasi Rasial Dalam Penegakan Hukum”

Peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua serta penyiksaan terhadap Obby Kogoya dan aksi rasisme oleh ormas terhadap mahasiswa Papua pada 15 Juli 2016 telah diketahui publik internasional. Kriminalisasi terhadap Obby Kogoya korban penyiksaan oknum aparat tentunya juga diketahui publik internasional.

Dari fakta peristiwa 15 Juli 2016 menunjukan ada peristiwa hukum yaitu: pembungkaman ruang demokrasi, penyiksaan, aksi rasisme dan kriminalisasi terhadap Obby Kogoya.

Terkait kriminalisasi terhadap Obby Kogoya bin merekat prosesnya menelan waktu yang cukup lama kurang lebih setahun. Terhitung sejak Juli 2016 sampai Juli 2017 prosesnya terus berlanjut hingga pada 27 juli 2017 putusan terhadap kasus kriminalisasi Obby Kogoya

Hakim dalam putusannya menyatakan bahwa Obby terbukti bersalah melanggar pasal 212 KUHP. Selanjutnya hakim menghukum obby kogoya bin merekat menjalani 4 bulan kurungan 1 Tahun percobaan.

Kami menilai putusan tersebut tidak berdasarkan pada fakta persidangan karena semua alat bukti memberatkan yang diajukan JPU tidak terbukti. Malah melalui alat bukti yg dihadirkan penasehat hukum yang menyebutkan bahwa Obby kogoya tidak melakukan perlawanan terhadap petugas dengan kekerasan.

Pilihan hakim yang mendasari putusannya pada fakta tarik menarik kunci serta usaha Obby Kogoya untuk menghindar dari keroyokan aparat serta tindakan mengangkat bata yang dinilai mengancam itu merupakan pijakan hakim dalam menjatuhkan putusan. Melaluinya hakim pun tampak ragu dalam menyebutkan Obby Kogoya melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas.

Kami menilai bahwa putusan ini bisa jadi yurisprudensi bagi aparatur dalam penegakan hukum yang tidak berpihak pada hak asasi manusia ke depan, yang mana dalam kasus ini saja sudah terdapat delapan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat pada 15 Juli 2016 silam.

Selain itu, selama persidangan ini kami merasa miris atas sikap kepolisian yang terus mengarahkan pasukannya menggunakan satu buah truk serta beberapa motor trail yang selalu hadir saat persidangan, sejak agenda pembacaan dakwaan hingga sidang dengan agenda putusan. Sikap polisi ini menimbulkan tanda tanya tersendiri terkait, apa tujuan dan siapa yang diamankan dan diamankan karena apa.

Dalam rangka melindungi HAM dan demokrasi di provinsi D.I. Yogyakarta kami menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyayangkan putusan Obby Kogoya yang tidak berpijak pada fakta persidangan secara menyeluruh;

2. Mengutuk tindakan diskriminasi ras dan etnik dalam penegakkan hukum Obby Kogoya dan mahasiswa Papua;

3. Mendesak agar Polda DIY dan KAJATI DIY segera tangkap dan proses oknum polisi pelaku penyiksa obby Kogoya pada ta 15 Juli 2016 yang perkaranya sudah dilaporkan ke Polda DIY.

Yogyakarta, 27 Juli 2017

Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta

Narahubung:

Emanuel Gobay:
+6282199507613

Yogi Zul Fadhli:
+628995151006

Iklan
About Tribun Arafura (121 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: