Akta Yayasan Pegunungan Bintang Tahun 2016, Akar Masalah Kisruh Kampus STIPER STA Jayapura

Akta Yayasan Pegunungan Bintang Nomor 24 Tanggal 15 Desember 2016 versi Keluarga Meteray. Akta ini merupakan sumber konflik kepentingan di Kampus STIPER STA Jayapura. (Foto : Tribun-Arafura.com)

Tribun-Arafura.com, Jayapura — Kisruh akibat Konflik Kepentingan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Santo Thomas Aquinas (STIPER STA) Jayapura sejak tanggal 1 Mei 2017 yang sangat merugikan kepentingan akademik ternyata bermula dari Akta Yayasan Pegunungan Bintang dengan Nomor Akta 24 tertanggal 15 Desember 2016 yang diterbitkan oleh Notaris Ratna Nelli Riyanty, SH di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Akta Nomor 24 Tanggal 15 Desember 2016 ini ternyata diterbitkan untuk menggugurkan Akta Pendirian Yayasan Pegunungan Bintang yang sah Nomor 76 dengan Tanggal Akta 30 Juni 2010.

Dari penelusuran media ini, didapati fakta bahwa Akta Nomor 24 Tanggal 15 Desember 2016 tersebut memiliki banyak kejanggalan.

Pertama, Akta ini dibuat berdasarkan pertemuan keluarga yang dilakukan di rumah Raymod Manfred Meteray di Waena, Kota Jayapura, tetapi diklaim sebagai Rapat Pembina.

Faktanya, pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh satu pun Pembina Yayasan Pegunungan Bintang Akta Nomor 76 Tanggal 30 Juli 2010.

Padahal, Pasal 11 Akta Pendirian Yayasan Pegunungan Bintang No 76 menyatakan, Rapat Pembina adalah Sah dan Berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri paling sedikit dua pertiga dari jumlah anggota Pembina.

Dari data Susunan Pengurus Organisasi Yayasan Pegunungan Bintang Akta No 76 diketahui bahwa Pembina Yayasan diketuai oleh Drs. Ruben Yoseph Meteray dengan Anggota Pastor Amatus Mil, OFM, Paulus Supono dan Thomas Darmadi.

Sumber Tribun-Arafura.com berhasil mengonfirmasi para Anggota Pembina dan didapati informasi valid bahwa ketiga Anggota Pembina tidak hadir dalam pertemuan di Rumah Raymond Manfred Meteray.

Sedangkan Drs. Ruben Yoseph Meteray yang diklaim hadir dalam pertemuan tersebut dan membubuhkan tanda tangan pada saat itu justru sedang sakit keras dan terbaring lemah di rumahnya.

Kedua, Pendiri dan Pengurus Yayasan Pegunungan Bintang dengan Akta Nomor 24 Tahun 2016 adalah Keluarga.

Jeffry Yohanes de Fretes, S.Komp, MM sebagai Ketua Yayasan Pegunungan Bintang adalah menantu dari Ruben Yoseph Meteray (alm) yang merupakan Ketua Pembina Yayasan ini.

Maria Cecilia Ngadirah (Alm) sebagai Anggota Pembina adalah isteri dari Drs. Ruben Yoseph Meteray (Alm).

Anggota Pengawas Yayasan, Irene Yuniarti Meteray adalah putri dari Ruben Yoseph Meteray (alm) dan Maria Cecilia Ngadirah (Alm) yang tidak lain adalah isteri dari Jeffry Yohanes de Fretes, S.Komp, MM.

Raymond Manfred Meteray (Anggota Pembina), Fransiskus Xaverius Meteray (Sekretaris I), Margaretha Heni Meteray (Bendahara I) adalah putra-putri Ruben Yoseph Meteray (Alm) yang tidak lain adalah ipar-ipar Jeffry Yohanes de Fretes, S.Kom.

Ketiga, beberapa Pendiri dan Pengurus Yayasan adalah kerabat dari Keluarga Meteray dan de Fretes.

Mereka adalah Benediktus Renny See, SH, SE (Pendiri dan Anggota Pembina), Dr. Simon Abdi. K. Frank, M.Si (Anggota Pembina), Aloysius Renwarin (Ketua Pengawas) dan Drs. Stanis Letsoin (Anggota Pengawas).

Keempat, beberapa Pendiri dan Pengurus Yayasan ini ternyata kaget ketika nama mereka muncul di Akta dan Pengurus Yayasan.

Mereka adalah Pastor Hendrikus Nahak, OFM (Pendiri), Thomas Darmadi (Anggota Pembina) dan Paulus Supono (Ketua Yayasan Akta 2010 dan Anggota Pembina di Akta 2016 versi Keluarga Meteray).

Intervensi ke Kampus STIPER STA Jayapura

Akta Yayasan Pegunungan Bintang Nomor 24 Tanggal 15 Desember 2016 ini selanjutnya dijadikan dasar oleh Jeffry Yohanes  de Fretes dan Keluarga Meteray untuk mengintervensi Kampus STIPER STA Jayapura dan mengacaukan proses belajar-mengajar.

Jeffry Yohanes de Fretes memecat Aloysius Kowenip, S.Sos yang sedang menjabat sebagai Ketua STIPER STA yang sah, kemudian menunjuk Laurens Maturbongs, yang merupakan kerabat mereka, sebagai Plt. Ketua STIPER STA Jayapura.

Selanjutnya, de Fretes menabrak aturan dengan mengangkat Pembantu Ketua (Puket) I, Puket II, Puket III.

Ketiga Puket yang diangkat masing-masing Laurens Maturbongs (juga sebagai Plt Ketua STIPER STA), Semuel Jeujanan dan Robert Ngantu adalah kerabat keluarga Meteray.

Akta Yayasan Pegunungan Bintang versi keluarga Meteray ini juga digunakan oleh Jeffry Yohanes de Fretes untuk menekan Dosen dan Staf Kampus STIPER STA Jayapura yang asli Papua dan menahan gaji mereka,  menekan Mahasiswa dan menggerogoti Keuangan STIPER STA Jayapura.

Tentang konflik kepentingan di Kampus STIPER STA Jayapura ini, media Tribun-Arafura.com belum mengonfirmasi Jeffry Yohanes de Fretes maupun Ketua STIPER STA Jayapura Aloysius Kowenip, S.Sos, M.KP. [TA].

Iklan
About Tribun Arafura (155 Articles)
Media Online

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Yayasan Pegunungan Bintang Versi Keluarga Meteray Diduga Intervensi Kopertis XIV Papua – Papua Barat – Tribun Arafura
  2. Dianggap Merusak Citra dan Kualitas Pendidikan Katolik, Uskup Jayapura Tidak Penuhi Undangan Kopertis XIV di Biak – Tribun Arafura
  3. Tidak Penuhi Undangan Sekretaris Kopertis Wilayah XIV di Biak, Ini Alasan Ketua STIPER STA Jayapura – Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: