Kunjungi Tanah Papua, Jokowi Didesak Untuk Mengakui dan Memulihkan Hak-Hak OAP

Tribun-Arafura.com, Merauke — Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua (KMSPRHMAP) mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengakui dan memulihkan Hak-hak Orang Asli Papua (OAP).

“Kami Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua mengapresiasi kunjungan Presiden RI Jokowi ke tanah Papua, tetapi sangat disayangkan jika kehadiran negara dari kunjungan bapak Presiden tersebut hanya bermakna untuk mempromosikan dan mengjustifikasi keberadaan proyek-proyek pembangunan dan aktivitas perusahaan yang mengekstraksi kekayaan sumber daya alam Papua saja,” tulis  KMSPRHMAP dalam Rillis yang diterima Tribunarafura.com, Rabu (30/12).

KMSPRHMAP menilai, masih banyak masalah, paradigma dan fasilitasi kebijakan terhadap proyek-proyek pembangunan dan ekstraksi kekayaan sumber daya alam di tanah Papua masih sama seperti dulu sebelum adanya status kekhususan otonomi Papua, yang mana belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan, belum sepenuhnya mendukung terwujudnya penegakan hukum, belum sepenuhnya menampakkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia dan bahkan bertentangan melanggar hak-hak konstitutional warga, khususnya orang asli Papua. 

Menurut KMSPRHMAPparadigma pertumbuhan ekonomi berskala besar dan berbasis modal besar, fasilitasi dan kendali kebijakan terpusat, serta pendekatan keamanan dalam praktiknya telah menimbulkan konflik kekerasan dan pelanggaran HAM yang tak henti, meningkatnya gap ekonomi kemiskinan dialami penduduk asli akar rumput dan memperkaya segelintir pemodal, kerusakan lingkungan yang meluas, meningkatnya penghancuran sumber pangan, pembatasan akses dan ruang kehidupan masyarakat adat, kriminalisasi masyarakat adat Papua terjadi, tidak adanya rasa aman dan kebebasan berarti.

KMSPRHMAP dalam Press Release ini mencontohkan kasus PT ANJ di Sorong Selatan yang memberikan ganti rugi pada pohon sagu sebesar Rp. 800 per pohon, padahal hasil tepung sagu yang dikelola rakyat harganya mencapai Rp. 1 juta per pohon. Pemberian ganti rugi yang rendah dan tidak adil ini, menurut KMSPRHMAP merupakan sumber konflik, sumber kerusakan hutan dan gambut didaerah ini, serta menggambarkan tidak adanya penghormatan dan pengakuan terhadap hak-hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat adat setempat.

KMSPRHMAP  mencatat, Aparat Keamanan dan ancaman penangkapan selalu digunakan PT ANJ untuk meluluhkan dan menekan aspirasi masyarakat. Setahun terakhir ini, menurut KMSPRHMAP, diidentifikasi sudah ada 4 (empat) orang warga pemilik tanah di lokasi anak perusahaan PT. ANJ yang dikriminalisasi dipenjarakan karena aksi protes perampasan lahan mereka.

KMSPRHMAP selanjutnya mengajukan tiga poin desakan kepada Presiden Jokowi, Pertama, mendesak kepada Presiden RI maupun pemerintah di daerah untuk mengeluarkan dan sungguh-sungguh menjalankan kebijakan dan program-program pengakuan, perlindungan dan pemberdayaan hak-hak dasar orang asli Papua, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi dan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

Kedua, mendesak Presiden Jokowi melakukan review atas izin-izin konsesi pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu, hutan tanaman industri, konversi hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan ijin pertambangan, yang melanggar Undang-undang dan hak orang asli Papua, seperti cara-cara melakukan pengrusakan dan pembakaran hutan, cara-cara mencatut nama Presiden, Menteri dan Pejabat tertentu di daerah untuk menguasai dan menggerogoti kekayaan alam yang merugikan negara dan merampas hak masyarakat. Berikan sangsi dan pencabutan izin sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Ketiga, mendesak pula Presiden Jokowi untuk secara khusus memimpin pelaksanaan review terhadap RTRW Provinsi Papua Barat yang tidak berpihak pada masyarakat adat Papua dan ruang hidupnya, segera lakukan konsultasi bertingkat dan meluas dari akar rumput, serta memastikan adanya perlindungan hak-hak masyarakat adat Papua dan adanya pengamanan atas sumber kehidupannya.

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua terdiri dari PUSAKA di Jakarta, Greenpeace Indonesia di Sorong, Perkumpulan Belantara Papua di Sorong, Perkumpulan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian di Sorong, Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Iwaro di Sorong,  Forum Sinagi Lembah Bersua di Sorong, AMAN Sorong Raya di Sorong, LMA Kanasaimos di Sorong Selatan, AKAWUON di Tambraw, Yayasan PARADISEA di Manokwari, KAMUKI di Manokwari, Papuana Conservation di Manokwari, JASOIL di Manokwari, LP3BH di Manokwari, Solihin di Manokwari, Perkumpulan Bin Madag Hom di Bintuni, Gemapala di Fakfak, Dewan Adat Papua Mbaham Matta di Fakfak, Jaringan Perempuan Fakfak, dan AJI Papua di Fakfak.

Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan RI mendarat di Bandara Mopah Merauke sekitar pukul 20.20 WIT,  Selasa malam (29/12) untuk memulai kunjungan di Papua dan Papua Barat.

Menurut rencana,  Presiden tak hanya singgah di Merauke, tapi juga akan berkunjung ke Wamena, Sorong, dan direncanakan akan mengakhiri tahun 2015 dan menyambut tahun Baru 2016 di Surga Dunia, Raja Ampat.

Hari ini, Rabu (30/12) Presiden Jokowi akan memulai kegiatannya di Papua dan Papua Barat dengan menghadiri acara Kapsul Waktu “Impian Indonesia 2015-2085” di Lapangan Hasanap Sai, Merauke.

Dari Merauke, Presiden Jokowi dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Wamena menggunakan pesawat. Di Wamena Presiden akan meresmikan Terminal Bandar Udara Wamena dan Bandar Udara Kaimana.

Setelah meresmikan kedua bandara tersebut, Presiden akan bertemu dengan masyarakat wikayah adat La Pago di Wamena.

Selanjutnya, Kamis (31/12), Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Sorong dan Raja Ampat. Presiden Jokowi dijadwalkan akan meninjau Pabrik Sagu di Sorong dan selanjutnya menuju Raja Ampat untuk menyambut Tahun Baru 2016. Presiden Jokowi dan rombongan akan kembali ke Jakarta pada Jumat, 1 Januari 2016.

Pejabat tinggi negara yang turut dalam rombongan Presiden kali ini antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit.

Kunjungan Presiden Jokowi dan Rombongan yang diawali dari Merauke didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe.[TA]

Iklan
About Tribun Arafura (145 Articles)
Media Online

1 Trackback / Pingback

  1. Kunjungi Merauke, Ini 7 Poin Tulisan Tangan Jokowi Yang Diletakan di Kapsul Waktu 2015-2085 | Tribun Arafura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: