Pilkada Boven Digoel : Ini Alasan Saksi Pasangan Calon Rugi Tidak Mau Tanda Tangan Berita Acara

Tribun-Arafura.com, Tanah Merah — Berita Acara Pleno Penetapan Perolehan Suara Pilkada Boven Digoel yang digelar KPUD Boven Digoel diketahui tidak ditanda-tangani oleh para saksi Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati yang dirugikan, yaitu Pasangan Helena Tabyarop-Frets Sarumpia, Yesaya Merasi – Paulinus Wanggimop dan Edward C. Haurissa – Paulus Etras. (Baca : Pilkada Boven Digoel : Pasangan BENAR Unggul, Saksi Pasangan Rugi Tidak Teken Berita Acara).

Mengapa para saksi tidak menandatangani Berita Acara? Yoseph Wanan, Saksi Pasangan Yesaya Merasi – Paulinus Wanggimop kepada Tribunarafura.com mengatakan, pihaknya tidak menandatangani Berita Acara Pleno  karena hasil yang didapat oleh Pasangan Nomor Urut 2 Benediktus Tambonop – Chaerul Anwar bukan hasil murni tapi adalah rekayasa.

“Kami tidak tanda tangan (Berita Acara) karena hasil yang didapat (oleh Pasangan Nomor Urut 2) ini kan bukan hasil murni tapi sebuah hasil rekayasa sesuai dengan temuan yang akan menjadi bahan gugatan kami,” kata Yoseph Wanan via sambungan seluler Jumat (18/12) kemarin.

Menurut Wanan, telah terjadi pencatutan nama Presiden Jokowi melalui Kartu ATM, penipuan terhadap masyarakat, mobilisasi anak-anak Sekolah (SMP) yang masih dibawah umur untuk melakukan pencoblosan, pencoblosan ulang atau dobel, penggunaan surat suara dua persen dan kecurangan lainnya yang dilakukan sehingga perolehan suara Pasangan Benediktus Tambonop – Chaerul Anwar atau Pasangan BENAR bisa mengungguli kandidat lain.

Wanan mengatakan, pihaknya tidak memprotes angka perolehan suara, karena angka itu, dia mencontohkan, ibarat asap dari sebuah sumber api.

“Jadi bukan kami protes angkanya, kami tidak protes angkanya, angka itu kan ibarat asap, tapi ada api baru ada asap,” kata dia mencontohkan.

Lebih lanjut Politisi asli Boven Digoel ini mengatakan, dari temuan yang berhasil dikumpulkan, diketahui bahwa kecurangan yang dilakukan oleh Pasangan Nomor Urut 2 terstruktur dan merata di setiap TPS.

“Kecurangan itu kan terstruktur dan itu terjadi di setiap TPS yang ada, termasuk di setiap distrik dan itu merata,” pungkas Wanan.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunarafura.com, jenis pelanggaran dan kecurangan yang diduga dilakukan oleh Pasangan BENAR diantaranya : Mencatut Nama Presiden Joko Widodo dengan penyebaran Kartu ATM, Mobilisasi Anak-anak untuk mencoblos, Mendiskreditkan salah satu kandidat, dan Politik Uang.

Ketiga kandidat yang dirugikan sejak berita ini ditulis, sudah menyiapkan gugatan dan sedang menuju Jayapura dan Jakarta.

Tribunarafura.com sampai saat ini belum mengonfirmasi Pasangan Benediktus Tambonop – Chaerul Anwar maupun Tim Pemenangannya soal temuan berbagai pelanggaran Pilkada Boven Digoel yang oleh berbagai pihak dinilai sebagai Pilkada paling buruk dalam sejarah Kabupaten ini. [TA]

Iklan
About Tribun Arafura (145 Articles)
Media Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: